Budaya dan Perkawinan Anak di Kabupaten Probolinggo
Culture and Child Marriage in Probolinggo District
Abstract
The research discusses the cultural phenomenon and practice of child marriage in Probolinggo Regency, East Java. The study focuses on understanding how local culture contributes to the practice of child marriage, the factors that encourage these marriages, and the individual and societal impact of that. The research uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and literature study. The results are: 1) Child marriage in Probolinggo Regency is influenced by various factors, including tradition, economics, and education. Strong traditions and social norms in society are factors that encourage this practice. Economic instability and low levels of education also contribute to high rates of child marriage; 2) Child marriage has negative impacts on both the person and society as an entirety, including reproductive health problems, interrupted education, and a continuous cycle of poverty. This research suggests the importance of government intervention and non-government organizations to reduce the number of child marriages in Probolinggo Regency, such as efforts to increase access to education and the economy.
Downloads
References
Abdul Aziz Muhammad Azzam & Abdul Wahab Sayyed Hawwas, Fiqh Munakahat (Khitbah, Nikah dan Talak), (Jakarta:Amzah) 2015.
Amini, Soleh, Dyah Ramadhani, and Syamsul Arifin. 2023. “Ketahanan Keluarga Pada Pasangan Menikah Usia Dini”. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 6 (2), 255-67. https://doi.org/10.31538/almada.v6i2.3133
Amiur Nuruddin, Hukum Perdata Islam di Indonesia, Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam dari Fiqih, Undang-undang No 1 Tahun 1974 sampai KHI, Jakarta : Kencana, 2004.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2012). Perkawinan dini pada beberapa provinsi diIndonesia: Akar masalah dan peran kelembagaan di daerah. Jakarta: BKKBN.
Detikjatim, Perkawinan Dini Tembus 1.152 Kasus, Probolinggo Nomor Urut Tiga di Jatim https://www.detik.com/jatim/berita/d-6524392/Perkawinan-dini-tembus-1152-kasus-probolinggo-nomor-urut-tiga-di-jatim, diakses pada (10/6/2023).
Hamoes, T. S. "Tradisi pernikahan dini dalam sosial budaya psikologi." Buletin KPIN, Vol.6, ISSN 2477-1686, 2020. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/733-tradisi-pernikahan-dini-dalam-sosial-budaya-psikologi
Hasanah, U., Fathullah, F. and Nugroho, I. (2023) “Peran Pendidikan Pra Nikah Dalam Mencegah Pernikahan Dini di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo”, Al-’`Adalah : Jurnal Syariah dan Hukum Islam, 8(1), pp. 141-154. doi: https://doi.org/10.31538/adlh.v8i1.3269
Jamaluddin, et al, Buku Ajar Hukum Perkawinan, Kampus Bukit Indah Lhokseumawe: Unimal Press, 2016.
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005.
Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Tafsir Ringkas: Alquran dan Tafsirnya, Jakarta: LPMA, 2016.
Lukman. "Relevasi Hukum Islam Dan Hukum Positif Tentang Usia Dewasa Dalam Pernikahan", Jurnal Hukum Islam Dan Peradilan, Vol. 4, No. 1, 2019. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/QIYAS/article/view/2009/1654
M.A. Tihami, et al, Fikih Munakahat (Kajian Fiikih Nikah Lengkap), Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 2014.
Makmun, Muhammad. 2018. “الرؤية المنظومية ودورها في تجديد مقاصد الأحكام والفتاوى المعاصرة”. Dirosatuna: Journal of Islamic Studies 1 (2), 1-24. https://doi.org/10.31538/dirosatuna.v1i2.139.
Malisi, Sibra. "Batas Umur Pernikahan Dalam Prespektif Hukum Islam", Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi, Vol. 7, No. 1, 2018. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/THK/article/download/2019/pdf
Muhammad Zain, et al, Membangun Keluarga Humanis, Jakarta : Grahacipta, 2005.
Nimah, Nimah, and I.B Wirawan. 2021. “Mandi Kembang, Fenomena Sosial Mendapatkan Jodoh Bagi Perempuan Di Kalimantan Selatan”. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 4 (1), 78-91. https://doi.org/10.31538/almada.v4i1.1161.
Times Indonesia, Bukan Ekonomi, Ternyata Ini Penyebab Pernikahan Anak di Kabupaten Probolinggo. https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/470377/bukan-ekonomi-ternyata-ini-penyebab-pernikahan-anak-di-kabupaten-probolinggo, diakses pada (10/6/2023).
Umam, A.K. and Widyasari S, C. 2023. Dispensasi Nikah di Indonesia Perspektif Sadd Adz-Dzari’ah. Al-’`Adalah : Jurnal Syariah dan Hukum Islam. 8, 2 (Dec. 2023), 187-211. DOI: https://doi.org/10.31538/adlh.v8i2.3986
Umayyah, Ummu, Jihan Kusuma Wardhani, Junaidin Junaidin, Nurulsani S Abd. Latief, and Ramon Ananda Paryontri. 2022. “Parent Judgment Factors: A Phenomenological Study of Early Marriage in Kunjorowesi Village”. Dirosatuna: Journal of Islamic Studies 5 (1), 42-49. https://doi.org/10.31538/drstn.v5i1.3649.
Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak.
Winda Destiana Putri, BKKBN: Usia Perkawinan Ideal Berkisar 21-25 Tahun, https://nasional.co.id/berita/nasional/umum/17/03/06/nasional/umum/17/03/06/omduca359-bkkbnusiaPerkawinan-ideal-berkisar-21-25-tahun di akses pada (10/6/2023).
Copyright (c) 2024 Fauziyah Putri Meilinda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





.jpg)
