Tradisi Petik Laut Banyuwangi : Negosiasi Religiusitas dan Budaya Kehidupan Nelayan

The Banyuwangi Sea Harvesting Tradition: Negotiating the Religiousness and Culture of Fishermen's Lives

  • Imelda Sherlita Anggraini Universitas Negeri Surabaya
  • Agus Machfud Fauzi Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Tradisi Petik Laut di Banyuwangi selama ini lebih banyak dipahami secara deskriptif sebagai ritual syukur masyarakat nelayan, sehingga mengabaikan bagaimana praktik ini sebenarnya menjadi ruang negosiasi antara ajaran Islam normatif dan budaya lokal yang terus berkembang. Kesenjangan ini penting karena masyarakat tidak hanya mewarisi ritual, tetapi juga menafsirkan ulang makna keagamaannya di tengah perubahan sosial dan tekanan teologis. Melalui studi kepustakaan terhadap lima penelitian terbaru, kajian ini menelaah bagaimana masyarakat pesisir membangun, merawat, dan merekonstruksi makna Petik Laut sebagai bagian dari identitas religius dan kultural mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petik Laut berfungsi sebagai mekanisme sosial yang memungkinkan masyarakat mengelola ketegangan antara nilai Islam dan simbol-simbol leluhur melalui proses reinterpretasi, Islamisasi doa, serta pembingkaian ulang sesaji sebagai ekspresi syukur. Kajian ini menawarkan temuan konseptual berupa model Negosiasi Tiga Arah keagamaan, kultural, dan sosial yang menjelaskan mengapa ritual ini tetap bertahan sekaligus relevan dalam kehidupan masyarakat nelayan Banyuwangi. Temuan ini memberi kontribusi bagi teori sosiologi agama dengan menunjukkan bahwa ritual lokal bukan hanya warisan kultural, tetapi arena produksi makna yang dinamis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainiyah, N. (2017). PETIK LAUT : Social-Ideological Accommodation in the Fishermen Community of Kedungrejo Muncar Banyuwangi. 20(2), 145–159.

Althaf, R. Z. (2023). Konstruksi Sosial Masyarakat Dalam Pelembagaan Tradisi Petik Laut : Studi Kasus Pelaku Tradisi Petik Laut Di Desa Kedungrejo , Kabupaten Banyuwangi . 1(1), 125–137.

Anggraini, S. E. (2023). Tradisi Petik Laut : Realisasi Wujud Syukur Masyarakat Pesisir Pantai Muncar. 3, 3700–3707.

Afirda, Nadhirothul, dan Naufal Rifqi Nasution. “Integration of Da’wah Communication and Disaster Mitigation Through Disaster Monitoring.” Communicator: Journal of Communication 2, no. 2 (November 2025): 128–41. https://doi.org/10.59373/comm.v2i2.133.

Ahwan, Zainul, dan Edi Marzuki. “Komunikasi Simbolik dalam Tradisi Bari’an di Jawa Tengah dan Jawa Timur: (Tinjauan Interaksionisme Simbolik) | Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam.” Diakses 30 Agustus 2024. https://ejournal.iaiskjmalang.ac.id/index.php/ittishol/article/view/129.

Althaf, Rio Zanitra. Konstruksi Sosial Masyarakat Dalam Pelembagaan Tradisi Petik Laut : Studi Kasus Pelaku Tradisi Petik Laut Di Desa Kedungrejo , Kabupaten Banyuwangi . 1, no. 1 (2023): 125–37.

Aminaturrofiqoh, dan Moh Edy Marzuki. “Studi Etnografi Komunikasi Tradisi Selapanan Pada Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Jawa Tengah.” Brand Communication 3, no. 3 (Juli 2024): 3.

Anoegrajekti, N., Macaryus, S., Kusumah, M. S., Izzah, L., & Attas, S. G. (2018). The Oral Tradition of Petik Laut Banyuwangi: Revitalization of Tradition and Local-Global Political Space. 2018, 595–602. https://doi.org/10.18502/kss.v3i9.2723

Budaya, F. I., & Diponegoro, U. (2019). Peristiwa komunikasi petik laut masyarakat nelayan muncar dalam bentuk pitutur macapatan.

Fatikh, M Alfin, dan Wahyu Hendrik. “KOMUNIKASI KULTURAL ISLAM DAN BUDAYA.” Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam 7, no. 2 (Februari 2023): 48–61. https://doi.org/10.31538/altsiq.v7i2.3301.

Hamidah, S., Wapa, A., Bakti, U., & Indonesia, U. B. (n.d.). Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi KEARIFAN LOKAL ( Local Genius ): Nilai-nilai yang Terkandung dalam. (228)–241.

Hamlet, K. (2019). The Meanings of the Prayer of Pangrokat in the Muncar Sea Picking Tradition.

Haq, B. A., Andrini, F. A., & Akbar, A. A. (2025). Konsep Kebersyukuran Masyarakat Tepi Pantai yang Diimplementasikan dengan Tradisi Petik Laut di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. 1(1), 32–38.

Himmah, H., Humaidah, S., & Syam, N. (2023). Petik Laut dalam perspektif tokoh-tokoh lintas agama : Studi kasus ritual masyarakat Muncar Banyuwangi. 0341.

Jurnal, F., Agama, K., Budaya, S., Ayu, C., Ramadhani, F., Sadewo, F. X. S., & Mubaroka, K. U. (2022). Petik Laut as Cultural Resilience : Balancing Tradition and Modern Life in the Coastal Community of Banyuwangi, Indonesia.
Komunikasi, J. I., & Vol, H. (2023). 1 , 2 , 3. 1(2), 218–232.

Masyhadi, A., Laut, P., & Beragama, M. (2023). PETIK LAUT : KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NELAYAN KRANJI DALAM MENJAGA MODERASI BERAGAMA. 54, 484–494. https://doi.org/10.36835/ancoms.v7i1.519

Pantai, D. G., & Purwoharjo, K. (2024). Konstruksi Makna Penyelenggaraan Petik Laut bagi Masyarakat Islam di. 276–286.

Setiawan, E. (2016). Eksistensi Budaya Bahari Tradisi Petik Laut Di Muncar Banyuwangi. Universum, 10(2), 229–237. https://doi.org/10.30762/universum.v10i2.263

Syaifuddin, Muhammad, dan Zainul Ahwan. “Communication Analysis in Bullying Prevention in Islamic Boarding Schools in Pasuruan Regency.” Communicator: Journal of Communication 1, no. 2 (Ok
tober, 2024): 2. https://doi.org/10.59373/comm.v1i2.49.

Teknik, F., & Hasanuddin, U. (n.d.). Tradisi petik laut masyarakat pesisir banyuwangi. 1982.
Published
2025-11-28
How to Cite
Anggraini, I., & Fauzi, A. M. (2025). Tradisi Petik Laut Banyuwangi : Negosiasi Religiusitas dan Budaya Kehidupan Nelayan. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 8(4), 721-731. https://doi.org/10.31538/almada.v8i4.8865