https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/issue/feedAl-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam2026-09-06T10:11:34+00:00Alfinmuhammad.alfinfatikh@gmail.comOpen Journal Systems<p>Merupakan jurnal untuk jenis-jenis publikasi ilmiah bidang ilmu ekonomi dan dakwah Islam. Jurnal ini merupakan terbitan Prodi Komunikasi Penyiaran IslamUniversitas KH Abdul Chalim yang merupakan Institut Agama Islam, walaupun demikian bidang ekonomi yang dimaksud lebih kepada pengembangan ekonomi yang kaitannya dengan perkembangan dakwah Islam di Indonesia.</p>https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/11131Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Menabung di BSI Pasca Isu Gangguan Layanan2026-08-13T06:37:54+00:00Asyhari Abdillah Siregarasyharisiregar@gmail.comSri Ramadhanisriramadhani@uinsu.ac.idMuhammad Syahbudibode.aries@uinsu.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, kepercayaan nasabah, dan kualitas layanan digital terhadap keputusan nasabah menabung di PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Sipirok pasca gangguan layanan. Penelitian terdahulu umumnya mengkaji faktor-faktor tersebut dalam kondisi layanan yang relatif normal, sehingga belum banyak menjelaskan bagaimana ketiganya berperan ketika nasabah telah mengalami gangguan layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi penelitian berjumlah sekitar 1.250 nasabah tabungan aktif, dengan sampel 93 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10% dan dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kepercayaan nasabah, dan kualitas layanan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menabung secara parsial maupun simultan. Kualitas layanan digital memiliki pengaruh relatif paling dominan dengan Standardized Beta sebesar 0,453, sedangkan ketiga variabel secara bersama-sama menjelaskan 85,7% variasi keputusan menabung. Temuan ini menunjukkan bahwa setelah gangguan layanan, keputusan nasabah untuk tetap menabung berkaitan dengan kualitas pelayanan, kepercayaan terhadap bank, dan pengalaman layanan digital. Secara teoritis, penelitian ini memberikan penguatan terhadap penerapan ECT dan TPB dalam memahami keputusan nasabah pada kondisi pasca gangguan layanan.</p>2026-08-13T00:37:14+00:00##submission.copyrightStatement##https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/11158Analisis Pengendalian Pupuk Menggunakan Metode Min-Max Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I2026-08-15T01:27:21+00:00Syavina Nadhira Lubissyavina2lubis@gmail.comKusmilawaty Kusmilawatykusmilawaty@uinsu.ac.idTri Inda Fadhila Rahmatriindafadhila@uinsu.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat persediaan pupuk di PT Perkebunan Nusantara IV Regional I, Kebun Membang Muda, sehingga kondisi tersebut dapat menyebabkan stok pupuk habis terlebih dahulu <em>(stockout)</em> atau stok pupuk terlalu banyak <em>(overstock).</em> Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta data penggunaan dan persediaan pupuk NPK, dolomit, dan urea pada periode Januari–Desember 2025. Analisis dilakukan dengan menghitung <em>Safety Stock</em>, <em>Minimum Stock</em>, <em>Maximum Stock</em>, dan <em>Reorder Point</em> (ROP). Penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis pupuk membutuhkan persediaan pengaman serta batas stok minimum dan maksimum yang berbeda-beda. Penetapan batas tersebut digunakan sebagai pedoman untuk mengelola persediaan agar stok pupuk tetap mencukupi dan mengurangi kemungkinan kekurangan atau kelebihan stok. Hasil analisis menunjukkan bahwa persediaan pupuk NPK dan urea berada di bawah batas minimum sehingga berpotensi mengalami <em>stockout</em>, sedangkan dolomit melebihi batas maksimum sehingga terjadi <em>overstock</em>. Penerapan metode Min-Max Stock dapat membantu perusahaan mengetahui jumlah stok pupuk serta menentukan waktu pemesanan kembali.</p>2026-08-15T01:19:50+00:00##submission.copyrightStatement##https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/11076Sinergi Integrated Marketing Communication (IMC) Pokdarwis dalam Pengembangan Destinasi Wisata2026-09-06T10:11:34+00:00Muhammad Rifa'imrifai@yudharta.ac.idEdi Marzukiedimarzuki@yudharta.ac.id<p>Despite holding the title of Indonesia’s largest apple-farming village and receiving a Rp700 million investment to develop its Tourism Village Market, Andonosari Tourism Village continues to experience substantial fluctuations in visitor numbers. Visitor numbers declined sharply from 2,500 in 2021 to only 340 in 2022, indicating that previous promotional activities were driven more by temporary momentum than by a sustained communication strategy. This condition has become increasingly challenging amid growing competition among 17 tourism villages seeking to attract visitors from Pasuruan Regency, which recorded approximately 2.1 million tourist arrivals in 2024. In this context, the consistency and integration of promotional activities conducted by Pokdarwis Andonosari require further examination. This qualitative case study investigates the synergy of Integrated Marketing Communication (IMC) implemented by Pokdarwis Andonosari in promoting the tourism village. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Data were analyzed thematically through source and methodological triangulation to identify patterns of communication practices, organizational coordination, and promotional strategies. The findings demonstrate that Pokdarwis Andonosari has implemented several fundamental elements of IMC, particularly social media promotion, public relations, and sales promotion. However, these communication activities remain fragmented and operate independently, without a unified messaging framework or systematic coordination among organizational actors. The primary challenge is therefore not solely limited human resources but also the absence of a clear communication role structure within the Pokdarwis organization. Furthermore, the sustainability values embedded in the daily management of the tourism village have not yet been transformed into a coherent and distinctive marketing communication narrative. This limits the potential of sustainability practices to become a competitive identity for Andonosari Tourism Village. The study concludes that IMC synergy in community-based tourism requires not only promotional integration but also organizational restructuring and institutional capacity building. Developing formal brand guidelines, clarifying communication roles, and strengthening promotional coordination are recommended to establish consistent messaging and support the long-term sustainability and competitiveness of Andonosari Tourism Village.</p>2026-09-06T10:11:34+00:00##submission.copyrightStatement##