Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq <p>Merupakan jurnal untuk jenis-jenis publikasi ilmiah bidang ilmu ekonomi dan dakwah Islam. Jurnal ini merupakan terbitan Prodi Komunikasi Penyiaran IslamUniversitas KH Abdul Chalim yang merupakan Institut Agama Islam, walaupun demikian bidang ekonomi yang dimaksud lebih kepada pengembangan ekonomi yang kaitannya dengan perkembangan dakwah Islam di Indonesia.</p> Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto en-US Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam 2502-8294 Transformasi GovTech Indonesia dan Paradoks Ambisi Digital https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/7882 <p>Pemerintah Indonesia memproyeksikan Government Technology (GovTech) sebagai akselerator modernisasi layanan publik dalam Visi 2045. Meskipun investasi digital masif, implementasinya menunjukkan paradoks antara ambisi dan realitas. Tujuan artikel ini adalah menganalisis secara kritis tantangan struktural yang mendasari transformasi GovTech di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (literature review) untuk menganalisis secara tematik data dari laporan pemerintah, publikasi akademik, dan riset industri. Penelitian ini menunjukkan bahwa narasi kemajuan teknologi direduksi oleh tiga hambatan utama: (1) defisit tata kelola dan kerentanan institusional; (2) kesenjangan talenta digital yang kritis; serta (3) potensi peningkatan marginalisasi sosio-ekonomi. Keberhasilan transformasi GovTech Indonesia bergantung pada pergeseran paradigma dari determinisme teknologi menuju penguatan fundamental pada tata kelola, institusi, dan kapasitas sumber daya manusia untuk mewujudkan layanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.</p> Mubasyier Fatah Yohanes Ngamal ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-09-29 2025-09-29 10 2 1 21 10.31538/altsiq.v10i2.7882 Eksploitasi Gender Dalam Industri Hiburan: Analisis Sosiologi Narasi Media Digital https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/7794 <p>Eksploitasi perempuan dalam industri hiburan merupakan isu kompleks yang sering tersembunyi di balik narasi populer. sementara konteks sirkus, khususnya di Indonesia, masih minim perhatian akademik. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana podcast membingkai narasi mengenai kekerasan dan ketimpangan gender dalam kerja hiburan. Pendekatan kualitatif dan analisis isi tematik, unit analisis mencakup episode podcast Deddy Corbuzier di YouTube yang membahas pengalaman perempuan di industri sirkus. Data primer berupa transkrip podcast, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait eksploitasi gender di sektor hiburan. Mengacu pada teori George Simmel tentang struktur sosial, hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi bersifat sistemik, mencakup aspek fisik dan psikologis, serta dilegitimasi relasi kuasa yang timpang. Podcast memberi ruang alternatif bagi korban, meski respon publik yang patriarkal membatasi transformasi sosial. Studi ini menekankan pentingnya sinergi media, hukum, dan masyarakat dalam memperkuat perlindungan perempuan.</p> Marwa . Khalda Assyfa Desi Erawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-01 2025-10-01 10 2 22 32 10.31538/altsiq.v10i2.7794 Komunikasi Regulasi dan Keadilan Usaha : Harmonisasi Hukum dan Ekonomi pada Ritel Modern https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/7384 <p>Penelitian ini membahas peran komunikasi regulasi dalam menciptakan keadilan usaha melalui harmonisasi hukum dan ekonomi pada sektor ritel modern di Indonesia. Regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 53 Tahun 2008 serta No. 70 Tahun 2013 menunjukkan upaya pemerintah untuk menata hubungan antara pasar tradisional dan toko modern dengan prinsip kesetaraan dan tanpa diskriminasi. Analisis terhadap regulasi tersebut mengungkap tiga fokus utama, yaitu perlindungan terhadap pasar tradisional, pembatasan ekspansi toko modern, serta program revitalisasi pasar tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi memiliki dampak ganda: secara hukum memberikan kepastian dan batasan bagi pelaku usaha, secara ekonomi memperkuat daya saing produk lokal dan UMKM, serta secara komunikatif membangun citra baru pasar tradisional agar mampu bersaing dengan ritel modern. Namun, efektivitas regulasi sangat dipengaruhi oleh implementasi di tingkat daerah yang seringkali menghadapi kendala dalam tata kelola dan standar pelayanan pasar. Oleh karena itu, dibutuhkan komunikasi regulatif yang konsisten, evaluasi berkala, serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan iklim usaha yang adil, kompetitif, dan berkelanjutan.</p> Hermawati Hermawati Laela Mubarokah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-02 2025-10-02 10 2 33 44 10.31538/altsiq.v10i2.7384 Communication Model of Women’s Empowerment in Islamic Boarding Schools https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/8330 <p>Pemberdayaan perempuan merupakan bagian dari peran strategis <em>pesantren</em> dalam meningkatkan kontribusi perempuan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, politik, kesehatan, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana proses komunikasi <em>pesantren</em> dalam memberdayakan perempuan di PP. Qur’anan ‘Arobiyya, Kota Kediri dan membentuk suatu model komunikasi. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan mengacu teori model komunikasi Joseph Devito yang meliputi model roda, rantai, lingkaran, y, dan bintang. Penelitian ini menemukan bahwa model komunikasi pemberdayaan perempuan di PP. Qur’anan ‘Arobiyya membentul model rantai, roda, dan bintang. Model ini merupakan proses komunikasi pemberdayaan perempuan dalam kegiatan pengajian kitab, Mauidloh hasanah, rapat, penyuluhan kesehatan, dan pelatihan-pelatihan.</p> Wina Kurnia Lukman Hakim Naufal Rifqi Nasution ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-03 2025-10-03 10 2 45 66 10.31538/altsiq.v10i2.8330 Da'wah Ethics in the Digital Era in Media Transformation and Moral Governance https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/6923 <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9.0pt; font-family: 'Book Antiqua',serif;">Islamic preaching ethics in the context of digital media transformation and the accompanying moral challenges. Developments in communication technology have shifted preaching from traditional spaces to digital platforms, including social media, online videos, and interactive applications. This shift has opened up opportunities for preaching to reach a wider audience, especially the younger generation, but at the same time has raised serious issues related to ethics, information validity, and the communication style of preachers. This study employs a qualitative approach, utilizing a literature review method that incorporates relevant journals, books, and proceedings. The analysis was conducted through a thematic and comparative approach, which identified the main issues: the transformation of da'wah content, technological integration, digital literacy of preachers, and the gap between popular da'wah practices and Islamic ethical principles. The study's results show that some digital da'wah practices tend to prioritize sensationalism and provocative styles, thereby neglecting the principles of wisdom, politeness, and persuasive dialogue as taught in the Qur'an. This study recommends strengthening Islamic digital literacy, fostering da'wah ethics through official institutions, and applying the Prophet Muhammad's gentle, contextual, and respectful da'wah strategies towards the audience. Thus, digital da'wah can serve as an instrument for spreading Islam that is ethical, creative, and remains grounded in the values of rahmatan lil-'alamin.</span></p> Moh Edy Marzuki Nuzhat Fatima Intan Sariningsih ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-04 2025-10-04 10 2 67 78 10.31538/altsiq.v10i2.6923 Strategi Komunikasi dalam Penanaman Nilai-Nilai Pancasila melalui Kurikulum Qasidah di Pondok Pesantren https://e-journal.uac.ac.id/index.php/altsiq/article/view/7417 <p>Modernisasi, digitalisasi, dan globalisasi secara perlahan mengikis budaya serta moral bangsa Indonesia, termasuk memudarnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila. Pesantren, dengan tradisi pendidikan yang kuat dan berakar pada nilai kebangsaan, berperan penting dalam menjaga serta menanamkan kembali nilai dasar negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dalam penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kurikulum Qasidah di Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo Pagu Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta analisis teori konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila direalisasikan melalui teks lirik Qasidah “Kita Anak Pelajar Salafiyah Indonesia”. Lirik tersebut memuat representasi seluruh sila Pancasila: sila pertama tercermin dalam penguatan nilai religius, toleransi, dan moderasi beragama; sila kedua melalui penanaman nilai kemanusiaan dan moralitas; sila ketiga melalui semangat cinta tanah air dan komitmen kebangsaan; sila keempat melalui penghormatan martabat manusia dalam kehidupan bernegara; dan sila kelima melalui penegakan keadilan yang menyeimbangkan hak serta kewajiban warga negara. Temuan ini menegaskan bahwa Qasidah bukan hanya sarana seni religius, tetapi juga strategi komunikasi efektif dalam pendidikan karakter dan internalisasi nilai Pancasila di lingkungan pesantren.</p> Ellyda Retpitasari Nailal Muna Muhammad Faqih ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-05 2025-10-05 10 2 79 97 10.31538/altsiq.v10i2.7417