Efektivitas Game Math Kids dalam Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Murid Hambatan Pendengaran
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemanfaatan aplikasi Math Kids dalam meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan pada murid dengan hambatan pendengaran. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan tiga murid kelas I sekolah dasar yang memiliki hambatan pendengaran sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi untuk mengetahui keterlibatan murid selama pembelajaran serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test pada setiap siklus. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar, sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk menggambarkan aktivitas belajar murid selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan aplikasi Math Kids memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan penjumlahan murid. Rata-rata nilai mengalami peningkatan dari 63,33 pada tahap pra siklus menjadi 68 pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 71,33 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga menunjukkan peningkatan, yaitu dari 33,33% pada pra siklus menjadi 66,67% pada Siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan aplikasi Math Kids turut mendorong meningkatnya minat dan partisipasi murid dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian, target keberhasilan penelitian belum tercapai sepenuhnya karena persentase ketuntasan belum mencapai kriteria yang ditetapkan, yaitu 75%. Oleh sebab itu, penggunaan aplikasi Math Kids disarankan untuk dipadukan dengan pendampingan yang lebih intensif serta pemanfaatan media konkret guna mengoptimalkan pembelajaran matematika bagi murid dengan hambatan pendengaran.Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemanfaatan aplikasi Math Kids dalam meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan pada murid dengan hambatan pendengaran. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan tiga murid kelas I sekolah dasar yang memiliki hambatan pendengaran sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi untuk mengetahui keterlibatan murid selama pembelajaran serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test pada setiap siklus. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar, sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk menggambarkan aktivitas belajar murid selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan aplikasi Math Kids memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan penjumlahan murid. Rata-rata nilai mengalami peningkatan dari 63,33 pada tahap pra siklus menjadi 68 pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 71,33 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga menunjukkan peningkatan, yaitu dari 33,33% pada pra siklus menjadi 66,67% pada Siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan aplikasi Math Kids turut mendorong meningkatnya minat dan partisipasi murid dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian, target keberhasilan penelitian belum tercapai sepenuhnya karena persentase ketuntasan belum mencapai kriteria yang ditetapkan, yaitu 75%. Oleh sebab itu, penggunaan aplikasi Math Kids disarankan untuk dipadukan dengan pendampingan yang lebih intensif serta pemanfaatan media konkret guna mengoptimalkan pembelajaran matematika bagi murid dengan hambatan pendengaran.
Copyright (c) 2026 Dwi Ajeng Satriani Woro Srikandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


