Implementasi Permainan Meronce untuk Mengembangkan Motorik Halus Kelompok A di TK Dharma Wanita
Analisis Peningkatan Koordinasi, Ketelitian, dan Kemandirian
Abstract
Perkembangan motorik halus pada anak usia dini memerlukan stimulasi yang langsung, berulang, dan menyenangkan. Pada Kelompok A di TK Dharma Wanita Tanjungkenongo, ditemukan kondisi awal bahwa sebagian anak mengalami kesulitan dalam koordinasi otot-otot kecil, koordinasi mata dan tangan, ketelitian, konsentrasi, serta kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan langkah-langkah implementasi kegiatan meronce secara terstruktur dan mengkaji dampaknya terhadap perkembangan motorik halus anak. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan partisipan berjumlah sembilan anak dan satu guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi terjadwal, wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan, serta catatan lapangan yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce yang dilaksanakan melalui perencanaan matang, demonstrasi jelas, latihan terbimbing hingga mandiri, serta pendampingan berkelanjutan mampu memberikan stimulasi positif yang signifikan. Sebelum penerapan terdapat tiga anak kategori Belum Berkembang dan enam Mulai Berkembang; setelah kegiatan berulang, tiga anak meningkat menjadi Mulai Berkembang dan enam anak mencapai Berkembang Sesuai Harapan. Temuan ini menegaskan bahwa permainan meronce bukan sekadar bermain, melainkan sarana efektif melatih keluwesan jari, ketepatan visual, dan ketahanan fokus anak usia dini.
References
Ary, D., Jacobs, L. C., & Sorensen, C. (2010). Introduction to research in education (8th ed.). Wadsworth Cengage.
Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Standar perkembangan anak usia dini. Jakarta: Depdiknas.
Gallahue, D. L., & Ozmun, J. C. (2006). Understanding motor development. New York: McGraw-Hill.
Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu pendidikan dasar. Medan: Pusaka Belajar.
Lestari, D. (2021). Penerapan kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun. Jurnal PAUD Teratai, 10(2), 45–53.
Mutiah, D. (2010). Psikologi bermain anak usia dini. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Rudiyanto, A. (2016). Perkembangan motorik halus anak usia dini. Lampung: Darussalam Press.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujiono, Y. N. (2009). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: Indeks
Copyright (c) 2026 Pungki Andriyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


