Implementasi Media Gambar untuk Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan di RA Al Wahyu Sambilawang
Studi Kasus Pembelajaran Literasi Awal yang Menyenangkan di Kelompok A
Abstract
Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial dalam literasi awal anak usia dini sebagai penentu kesiapan belajar lanjut. Media gambar menawarkan pendekatan konkret, menarik, dan mudah dipahami anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media gambar serta mengungkap dampaknya terhadap perkembangan membaca permulaan anak Kelompok A RA Al Wahyu Sambilawang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis untuk menggali makna dan pengalaman mendalam. Subjek berjumlah 12 anak, dengan 3 anak menjadi fokus utama pendalaman data. Pengumpulan data melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru, serta dokumentasi proses dan hasil karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media gambar menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan. Gambar berfungsi sebagai jembatan visual yang efektif: membantu pengenalan huruf, menghubungkan simbol dengan makna nyata, memperkaya kosakata, dan secara signifikan meningkatkan minat serta keterlibatan anak. Ditemukan pula bahwa asosiasi visual memperkuat ingatan dan keberanian anak mengungkapkan gagasan lisan. Penelitian ini menegaskan bahwa media gambar bukan sekadar alat bantu, melainkan strategi terpadu yang bermakna untuk membangun fondasi literasi yang kokoh dan menyenangkan sejak usia dini.
References
Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Dewey, J. (1938). Experience and education. New York, NY: Macmillan.
Dickinson, D. K., & Neuman, S. B. (Eds.). (2006). Handbook of early literacy research. New York: Guilford Press.
Hamalik, O. (2014). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Heinich, R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S. E. (2002). Instructional media and technologies for learning. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu pendidikan dasar. Medan: Pusaka Belajar.
Jannah, K. (2022). Penggunaan media bergambar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 88–97.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Nurajijah, N. (2021). Kartu bergambar sebagai media literasi anak. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 40(3), 401–412.
Nurani, S. (2012). Metodologi pengajaran PAUD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Nurhidayah, L. (2020). Pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 543–552.
Paivio, A. (1986). Mental representations: A dual coding approach. Oxford: Oxford University Press.
Paivio, A. (1990). Mental representations: A dual coding approach. Oxford: Oxford University Press.
Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. New York: International Universities Press.
Piaget, J. (1969). The psychology of the child. New York: Basic Books.
Snow, C. E., Burns, M. S., & Griffin, P. (Eds.). (1998). Preventing reading difficulties in young children. Washington, DC: National Academy Press.
Solso, R. L. (1998). Cognitive psychology (4th ed.). Boston: Allyn & Bacon.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2011). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Susanto, A. (2017). Perkembangan anak usia dini. Jakarta: Kencana.
Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Ulfa, M. (2022). Pemahaman membaca melalui media cerita bergambar di PAUD. Jurnal Literasi Anak, 5(3), 123–131.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Whitehurst, G. J., & Lonigan, C. J. (1998). Child development and emergent literacy. Child Development, 69(3), 848-872.
Copyright (c) 2026 Ragil wahyuningtyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


