Mental Workload Analysis Using the NASA-TLX Method in the Engineering Department of PT ABC

  • Daniel Pardameian Simare Mare Universitas Bina Bangsa, Serang, Indonesia
  • Naufal Affandi Universitas Bina Bangsa, Serang, Indonesia
  • Umalihayati Umalihayati Universitas Bina Bangsa, Serang, Indonesia

Abstract

This study aims to measure and analyze the mental workload of employees in the Engineering department of a manufacturing company using the NASA-TLX method. The goal is to improve employee welfare and company productivity by identifying factors that cause high workloads and finding the right solution. The method used to determine the value of mental workload of employees in the Engineering department, is measured using the NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) method. This method measures 6 dimensions of workload measurement, namely, Physical Demand, Temporal Demand, Performance, Effort, and Frustration Level. Most Informants (4 out of 5) experience a high mental workload, marked by a score above 60 on the NASA-TLX scale. The dimensions of "Time Demands" and "Mental Demands" are the main factors that contribute to the high mental workload in the tooling maker section. High mental workload is a serious problem that can have a negative impact on employee health, productivity, and job satisfaction. By implementing the right strategy, companies can reduce mental workload and create a healthier and more productive work environment.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahya Mahmud. (2022). Analisis beban kerja mental dosen Program studi teknik industri di Universitas XY menggunakan metode NASA TLX. Jurnal Ergonomi Indonesia, 7(1), 33-42.

Arsi, P. (2012). Analisis beban kerja untuk menentukan jumlah optimal karyawan dan pemetaan kompetensi karyawan berdasar pada job description. ITS Surabaya, 1(1), A526-529.

Asdyanti, I. (2012). Ergonomi: Ilmu pengetahuan mengenai pekerjaan. Universitas Negeri Semarang.

Bersa, I., & Nur Rahman, A. (2023). Analisis beban kerja operator stasiun kerja bagian produksi pakaian rajut menggunakan metode NASA-TLX (Studi kasus di Home Industry Indah Fashion). Jurnal Ergonomi Indonesia, 7(1), 43- 50.

Busro, M. (2018). Teori-teori manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Cega, G. F., et al. (2017). Analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga kerja karyawan divisi logistik di PT XYZ menggunakan metode work sampling. E- Proceeding of Engineering, 4(3), 1-8.

Daniel, & Desribeth, R. (2021). Analisis beban kerja fisik dan mental pekerja paking dan kondisi lingkungan kerja (Suhu dan pencahayaan) di PT.X. Jurnal Ergonomi Indonesia, 6(2), 117-124.

Febrianti, S. A., & Teresia, T. (2022). Analisis beban kerja fisik dan mental operator pengemasan menggunakan metode NASA-TLX dan OWAS pada dua posisi kerja duduk dan berdiri. Jurnal Ergonomi Indonesia, 7(1), 51-60.

Fikri, S. A., & Casban, A. (2022). Analisis beban kerja fisik dan mental operator di departemen QC PT XYZ menggunakan metode NASA-TLX dan CVL. Jurnal Sains dan Teknologi Universitas Islam Sultan Agung, 23(1), 71-80.

Gisya, N., et al. (2020). Analisis beban kerja mental pekerja Konfeksi XYZ di Yogyakarta. Jurnal Ergonomi Indonesia, 5(1), 43-50.

Hansen, Seng. (2015). Manajemen kontrak industri. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hermanto. (2013). Analisis produktivitas pekerja di lantai produksi pada PT. Xacti Depok Jawa Barat dengan menggunakan metode work sampling. Jurnal Teknik, 3(2), [Halaman].

Jafarpour, M., et al. (2022). The effect of mindfulness technique on mental workload and learning performance of students. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 28(1), 103-112.

Moleong, L. J. (2015). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Munandar, S. (2011). Ergonomi: Ilmu pengetahuan mengenai pekerjaan.

Universitas Negeri Semarang.

Nadia, et al. (2022). Analisis beban kerja pada karyawan metal stamping. Jurnal Ergonomi Indonesia, 7(1), 23-32.

Natasia, dkk. (2022). Analisis beban kerja mental mahasiswa dalam menyelesaikan tugas belajar menggunakan metode NASA-TLX. Jurnal Ergonomi Indonesia, 7(1), 61-68.

Pastiarsa, M. (2015). Manajemen kontrak bangunan industri; Perspektif pemilik proyek. Yogyakarta: Teknosain.

Rousallen, V., dkk. (2018). Analisis beban kerja pegawai di area packaging PT. Pudak Scientific. Jurnal Telematika edisi Industrial Engineering Seminar and Call Paper (IESC) 2018, 37-43.

Salman, A. (2017). Analisis beban kerja mental operator di lantai produksi menggunakan metode NASA-TLX. Jurnal Ergonomi Indonesia, 2(1), 11-18.

Simanjuntak, A. H., & Situmorang, H. M. (2010). Dasar-dasar manajemen sumber daya manusia. Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif kuantitatif dan campuran. Alfabeta.

Sylvia. (2020). Analisis beban kerja mental operator mesin continious dryer bagian auto clipper PT. Asia Forestama Raya. Jurnal Ergonomi Indonesia, 5(2), 101- 108.

Tarwaka, D. (2015). Ergonomi: Ilmu pengetahuan mengenai pekerjaan. Universitas Negeri Semarang.

Wahyuni, et al. (2020). Analisis pengaruh gerakan peregangan statis terhadap beban kerja fisik dan mental operator penginput data. Jurnal Ergonomi Indonesia, 5(2), 91-99.

Wardah, S., & Adrian, N. I. (2017). Penentuan jumlah karyawan yang optimal pada penanaman lahan kelapa sawit dengan menggunakan work load analysis (WLA). Jurnal Sains, Teknologi, dan Industri, 3(1), 46-52.

Widyanti, et al. (2010). Pengaruh beban kerja fisik dan mental terhadap kinerja karyawan PT. XYZ. Jurnal Ergonomi Indonesia, 5(1), 43-50.

Published
2024-12-31
How to Cite
Mare, D., Affandi, N., & Umalihayati, U. (2024). Mental Workload Analysis Using the NASA-TLX Method in the Engineering Department of PT ABC. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE), 7(3), 8389-8410. https://doi.org/10.31538/iijse.v7i3.5903