Implementation of the Sunnah Prayer Tahiyyatul Masjid During Khutbah According to Alauddin Al-Kasani and Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi: A Case Study of Ulul Albab Mosque in Medan City
Pelaksanaan Salat Sunnah Tahiyyatul Masjid Ketika Khutbah Menurut Alauddin Al-Kasani dan Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi Studi Kasus Masjid Ulul Albab Kota Medan
Abstract
The difference in views of Islamic scholars regarding the law of performing the sunnah prayer at the mosque when the preacher is delivering the Friday sermon is still a fiqh issue that gives rise to variations in practice among the community. This research aims to analyze the legal views of Imam Alauddin al-Kasani and Imam Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf an-Nawawi regarding the implementation of the sunnah tahiyyatul prayer at the mosque during the Friday sermon, examine the legal istinbat method used by both of them, and analyze its implementation at the Ulul Albab Mosque in Medan City. This research uses a normative-empirical Islamic legal approach with qualitative methods and a descriptive-comparative design. Data were obtained through a literature review of the books Badā'iʿ al-Ṣanā'iʿ and Al-Majmūʿ Syarḥ al-Muhadzdzab, supported by hadith books, scientific literature, and non-participatory observation at the research site. The results of the research show that Imam al-Kasani prohibited the implementation of mosque tahiyyatul prayers during the sermon by prioritizing the obligation to listen to the sermon through the nasakh and tarjih approach. On the other hand, Imam an-Nawawi still enshrined it on condition that it be done concisely through the al-jam' wa al-taufīq method of harmonizing apparently contradictory propositions. Field findings indicate that the practices of the congregation at the Ulul Albab Mosque in Medan City reflect the implementation of both opinions. This study concludes that Imam an-Nawawi's opinion is more defensible because it manages to compromise between the Quranic verses and the Hadith without neglecting either one.
Perbedaan pandangan ulama mengenai hukum pelaksanaan salat sunnah tahiyyatul masjid ketika khatib sedang menyampaikan khutbah Jumat masih menjadi persoalan fikih yang menimbulkan variasi praktik di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan hukum Imam Alauddin al-Kasani dan Imam Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf an-Nawawi mengenai pelaksanaan salat sunnah tahiyyatul masjid ketika khutbah Jumat, mengkaji metode istinbat hukum yang digunakan keduanya, serta menganalisis implementasinya di Masjid Ulul Albab Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum Islam normatif-empiris dengan metode kualitatif dan desain deskriptif-komparatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap kitab Badā'iʿ al-Ṣanā'iʿ dan Al-Majmūʿ Syarḥ al-Muhadzdzab, didukung kitab hadis, literatur ilmiah, serta observasi nonpartisipatif di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Kasani melarang pelaksanaan salat tahiyyatul masjid ketika khutbah berlangsung dengan mendahulukan kewajiban mendengarkan khutbah melalui pendekatan nasakh dan tarjih. Sebaliknya, Imam an-Nawawi tetap mensunnahkannya dengan syarat dilakukan secara ringkas melalui metode al-jam' wa al-taufīq dalam mengharmonisasikan dalil-dalil yang tampak bertentangan. Temuan lapangan menunjukkan bahwa praktik jamaah di Masjid Ulul Albab Kota Medan mencerminkan implementasi kedua pendapat tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapat Imam an-Nawawi lebih rajih karena mampu mengompromikan ayat al-Qur'an dan hadis tanpa mengesampingkan salah satunya.
Downloads
References
Arfan, A. Fiqh Ibadah Praktis. Maliki Press, 2011.
Al Kasani, A. Bada’i Sana’i Jilid 2. Dar al-Hadist, 2005.
Al-Mahfani, K., et al. Kitab Lengkap Panduan Shalat. Wahyu Qalbu, t.t.
Al-Hajjaj, A. A. M. I. Shahih Muslim, Juz 7. Dar Ihya’ al-Turath al-‘Arabi, 2004.
Afnan, M. M and Muthowah, A. “Strategi Dakwah Takmir Masjid Husnul Khotimah Sambonggede Merakurak Tuban Dalam Meningkatkan Antusias Shalat Subuh Berjamaah.” AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies 2, no. 1 (2022): 1–20. https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v2i1.285.
Basri, H., Hilman Rizky Hasibuan, and Zaizul Ab Rahman. “Transformational Leadership of Pesantren as a Role Model for Contemporary Islamic Education Institutions.” Indonesian Journal of Islamic Educational Management 7, no. 1 (2024): 1. https://doi.org/10.24014/ijiem.v7i1.25856.
Che Min, A. N. “Hadits-Hadits Tentang Perintah Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid Dan Kewajiban Mendengarkan Khutbah Jum’at (Studi Analisis Sanad Dan Matan).” Skrispi, IAIN Raden Intan, 2017.
Ghazaly, A. R. Fiqh Ibadah. Kencana Prenada Media Group, 2010.
Haryono, E, Suprihatiningsih, Siti, Rangkuti, Rizki Kurniawan, and Sariman. Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia (PRCI), 2024.
Khallāf, A. A. ‘Ilm Uṣūl al-Fiqh. Dār al-Qalam, 1978.
Khakim, A et al. Manajemen Masjid (Panduan Dalam Membangun Dan Memakmurkan Masjid). CV Basya Media Utama (Anggota IKAPI), 2021.
Muhammad, D. Shalat-Shalat Tathawawwu’ Himpunan Shalat-Shalat Sunnah. Uwais Inspirasi Indonesia, 2019.
Manhem, F. “Hukum Shalat Tahiyyatul Masjid Di Waktu Terlarang: Studi Komparatif Antara Imam Alauddin al-Kasani Dan Imam al-Nawawi.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, 2018.
Oktaviani, R et al. Penggabungan Ibadah Sejenis Dalam Satu Amal: Analis Kaidah Tadakhul Al-Ibadat Dalam Fikih. 10, no. 2 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.52802/wst.v10i1.1694.
Rasyid, A., Idris, M. N and Mubarak, I. R. Khotbah Jumat Berbahasa A’jam Studi Komparatif Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafii. 3, no. 1 (2026). https://doi.org/https://doi.org/10.36701/fikrah.v3i1.2574.
Rizkia, N. D and Fardiansyah, H. Metodologi Penelitian Hukum (Normati Dan Empiris). Widina, 2023.
Ramadhan, P. “Hukum Shalat Sunnah Taḥiyyātul Masjid Saat Khatib Sedang Khutbah (Studi Komparatif Metode Istinbāṭh Antara Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 2023.
Sarwat, A. Ensiklopedia Fikih Indonesia 3 : Shalat. PT Gramedia Pustaka, 2019.
Umar, S. Pendidikan Masyarakat Berbasis Masjid. CV Budi Utama, 2019.
Yaḥyā ibn Sharaf al-Nawawī. Al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadhdhab. Dār al-Fikr, t.t.
Copyright (c) 2026 Syahrul Hidayat, Zulpahmi Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)




