Tinjauan Metode Istilahi Terhadap Istri Berkarir Dalam Masa Iddah dan Ihdad
The Review Of Istilahi Method For Career Wives in The Iddah and Ihdad Period
Abstract
The death of a husband causes a wife to have to carry out iddah and ihdad 4 months 10 days. of course this resulted in such a large negative impact on the career pursued by the wife and even on the economy in the household.This research focused on the legal provision for career wife in iddah and ihdad period caused by the death of the husband. This type of research is a literature research that aims to analyze legal norms by using a normative qualitative approach by researching textual library materials . This research is aims to analyze legal norms using a normative approach based on the istilahi method that prioritize the principles of maslahah. Through the stages or steps in digging the law by using istilahi method. Therefore, leaving the house to work for career wife is preferred because there is greater benefit than performing the iddah period by staying at home. The wife has a career in the condition of carrying out the iddah period for the death of her husband who is bound by an employment contract, then the law may leave the house to continue working because it is considered a necessity and is at an emergency level. The level of emergency that is experienced by the wife due to the death of the husband is at the level of dharuriyyah (emergency). Therefore, this research is suggested for career wife to keep her nature as a wife who is undergoing iddah and ihdad.
Downloads
References
Adinugraha, H. H. and Mashudi, M. 2018. Al-maslahah al-mursalah dalam penentuan hukum Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 4(01): 63-75.
Asriaty .2015. Penerapan mashlahah mursalah dalam isu-isu kontemporer’, Madania,19 (1): 119-127
Astri, O. Andriani, D. 2020. Peran istri sebagai wanita karier dalam perspektif islam dan pengaruhnya terhadap angka perceraian Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2):103-113
Djamaluddin, A. 2018. Wanita karier dan pembinaan generasi muda. Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan 11(1): 111–131
Fatimah, T. 2015. Wanita karir dalam islam. Musawa 7(1) : 29–51.
Hilal, S. 2013. ‘Qawa ‘ id fiqhiyyah furu‘ iyyah sebagai sumber hukum islam. AL-‘Adalah 11 (2) :141-153
Idris, M. Pratama, F. A. and Muthalib, L. M. 2021. The using of maslahah mursalah method as hujjah. Al-’Adl 14(2): 184-196
Al Ikhlas, A. I. et al. 2021. The theory of higher objectives and intents of islamic law (maqasid al-shariah) as one of instrument of ijtihad according to imam al-shatibi in al-muwafaqat fi ushli al-syari`ah’, Media Syari’ah : Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial 23(2):207-2017
Ishak, K. 2014. pemikiran al-syatibi tentang maslahah mursalah dan implementasinya dalam pengembangan ekonomi syariah. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita 3(2): 12–26.
Isnaini. 2016. Mashlahah al-mursalah sebagai dalil dan metode ijtihad. HIKMAH 16 (2) : 203-2018.
Khoiri, A. et al. 2020. Iddah dan ihdad bagi wanita karir perspektif hukum islam. JIL: Journal of Islamic Law, 1(2) :256-270
Maghfuroh, W. 2021. Iddah dan ihdad bagi wanita karir menurut pandangan hukum islam. Jurnal IUS, 9 (1) :1-12.
Moh, Usman. 2014. Maslahah mursalah sebagai metode istinbath hukum perspektif al-thufi dan al-qaradhawi. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam 8 (1): 82–98.
Mohammad Hadi Sucipto and Khotib. 2020. Perdebatan maslahah mursalah dalam kitab-kitab al-imam al-ghazali. El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam 6(1) :1–17.
Muamar, A. 2019. Wanita karir dalam prespektif psikologis dan sosiologis keluarga serta hukum islam. Equalita: Jurnal Pusat Studi Gender dan Anak 1(1) : 21.
Muhammad, I. 2019. wanita karir dalam pandangan islam. Al-wardah : Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 13 : 109.
Muslimin, A. 2017. ‘iddah dan ihdad wanita modern. Mahkamah 2(2) : 218–234.
Mutawalli As-Sya’rawi, F. P. 2005. Fiqih Perempuan (Muslimah). Jakarta: Amzah.
Nurlaila and Mohunggo, Y. 2017. presepsi wanita karier terhadap konflik pekerjaan dan keluarga. Jurnal manajemen sinergi 1(1) : 1–17.
Nurliana .2003. Wanita karir menurut hukum islam. Al-fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman 9 (1) :85–93.
Nurmila, N. and Fadilah, R. 2018. Analisis perhatian wanita karir terhadap keberhasilan pendidikan anak dalam keluarga di dusun sawagi kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 3(2), :223-227
Prasetyaningrum, J. 1999. Perempuan karier dan permasalahannya. Jurnal Ilmiah Psikologi Kogm. 3(I):1-6
Priherdityo, E. .2016. ‘Wanita Karir Indonesia Terbanyak Ke Enam Di Indonesia.CNN Indonesia 08 Maret
Pusparisa, Y. 2020. Perempuan Mendominasi Tenaga kerja Usaha Jasa.Badan Pusat Statistik (BPS)14 Oktober.
Rahman, A. S. 2018. Peranan wanita karier dalam keluarga, pola asuh dan pendidikan anak (Studi kasus pada wanita karier pada Jl. Anggrek Rt 002/018 Pondok Benda Pamulang Tangerang Selatan). JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia). 1(2):25-42
RI, D. A. 2010. Al-Qur’an Tajwid dan Terjemah. Bandung: CV. Penerbit Diponogoro.
Rohman, A. N. 2019. The existence of maslahah mursalah as the basis of islamic law development in Indonesia. Krtha Bhayangkara 13(2) :251–260.
Suratmaputra, A. M. 2018. Reorientasi pemikiran al-ghazali tentang maslahah mursalah dengan pembaruan hukum islam. Misykat 03 (2) : 29–64.
Susilo, E. 2016. Iddah dan ihdad bagi wanita karir. Al-Hukama’ 6(2) :275–297.
Syakroni, M. 2017. Metode maslahah mursalah dan istislah. ( Studi tentang penetapan hukum ekonomi islam ). IAIN Bengkulu. AL-INTAJ 3(1): 187–201.
Syuqqan, A. H. A. 2000. Kebebasan Wanita. Jakarta: Gema Insani Press.
Usman, M. 2002. Kaidah-kaidah Ushuliyyah dan Fiqhiyyah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wakirin. 2017. Wanita karir dalam perspektif islam. Jurnal Pendidikan Islam Al I‟tibar 4(1):1–14.
Waliko. 2018. Konsep iddah dan ihdad bagi wanita karir yang ditinggal mati suaminya (Tinjauan ma’anil hadis). Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak 1(2):256-271




.png)




