Dispensasi Nikah di Indonesia Perspektif Sadd Adz-Dzari'ah
Marriage Dispensation in Indonesia : Sadd Adz-Dzaria’ah Perspective
Abstract
Marriage dispensation is an action taken by individuals who wish to marry but have not yet reached the age prescribed by government authorities for marriage. Guardians of parties who have not reached this age can apply for marriage dispensation to the Religious Court through a trial process. The article that the author presents attempts to examine the determination of marriage dispensations from the perspective of Sadd Adz-Dzari'ah. The research is classified as library research using secondary data sources as data material, which includes literature related to the themes of marriage dispensation and sadd adz-dzari'ah. This type of research is descriptive analysis, namely describing and analyzing a phenomenon or research object in detail and systematically. The research results show that marriage dispensation occurs in certain conditions where, from a legal perspective, there are obstacles to marriage but marriage is considered necessary at that time to prevent more serious problems. In reviewing sadd adz-dzariah, there are two elements that must be fulfilled, namely in terms of al-baits (motive) and the maslahah and mafasadah scales that arise.
Dispensasi pernikahan adalah tindakan yang diambil oleh individu yang ingin menikah, tetapi belum mencapai usia yang ditentukan oleh otoritas pemerintah untuk pernikahan. Wali dari pihak yang belum mencapai usia tersebut dapat mengajukan permohonan dispensasi pernikahan kepada Pengadilan Agama melalui proses persidangan. Artikel yang penulis sajikan berupaya menelaah penetapan dispensasi nikah dari perspektif sadd adz-dzari’ah. Penelitian tergolong penelitian kepustakaan (lybrary research) dengan menggunakan sumber data sekunder sebagai bahan data yang meliputi literatur terkait tema dispensasi nikah dan sadd adz-dzari’ah. Jenis penelitian bersifat deskriptif analisis yakni mendeskripsikan dan menganalisis suatu fenomena atau objek penelitian secara rinci dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispensasi nikah terjadi dalam kondisi tertentu dimana dalam perspektif hukum ada halangan untuk melakukan perkawinan namun perkawinan dianggap perlu dilakukan saat itu untuk mencegah masalah yang lebih serius. Dalam tinjauan sadd adz-dzariah terdapat dua unsur yang harus terpenuhi yakni dari segi al-baits (motif) dan timbangan maslahah dan mafasadah yang ditimbulkan.
Downloads
References
Agus Khalimi, Trianah Sofiani, dan Tarmidzi. “Dispensasi Nikah dalam Perspektif Maslahah.” Jurnal Al-Hukkam Vol. 1, no. No. 2 (t.t.): hlm 184,< https://e-journal.uingusdur.ac.id/al-hukkam/article/view/587
Ahmad Masfuful Fuad. “ketentuan Batas Minimal Usia Kawin: Sejarah, Implikasi Penetapan Undang-undang Perkawinan.” Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syari’ah Vol. 1, no. No. 1 (2016): 25,< https://heinonline.org/HOL/LandingPage?handle=hein.journals/petita1&div=7&id=&page=
Ali Sodiqin. Ushul Fiqh : Sejarah, Metodologi dan Impelementasinya di Indonesia. Cet Pertama. Yogyakarta: Beranda, 2012.
Chodir, Fatkul, and Aspandi Aspandi. “Praktik Dan Implikasi Perkawinan Bawah Tangan Terhadap Tujuan Keluarga Perspektif Maqasid Al-Usrah ”. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences 4, no. 3 (November 30, 2023). https://mail.ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/IJHSS/article/view/4507
David Tri Haerantyo. “Pertimbangan putusan Hakim Memberikan Dispensasi Nikah Dibawah Umur pada Penetapan Nomor 125/PD.T/2019/PA.BBS.” Skripsi, Universitas Pancasakti, 2019.
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. “Signifikannya Perkara Dispensasi Kawin terus meningkat di Masa Pandemi Covid-19.” Diakses 24 Agustus 2023. https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-peradilan-agama/berita-daerah/signifikannya-perkara-dispensasi-kawin-terus-meningkat-di-masa-pandemi-covid-19.
Eka Gifriana, H.B Syafuri, dan H.E Zaenal Mutaqin. “, Dispensasi Nikah Usia Dini : Perspektif Maslahah Mursalah (Analisis Yuridis Putusan Perkara Nomor :16535/Pd.t/2019/Pa.Srg).” Jurnal Og Legal and Cultural Analytics (JLCA) Vol. 1, no. No. 3 (2022): 13,< https://doi.org/10.55927/jlca.v1i3.1284.
Haris Hidayatullah. “Dispensasi Nikah Di Bawah Umur Dalam Hukum Islam.” Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5, no. No. 1 (April 2020): 48, https://journal.unipdu.ac.id/index.php/jhki/article/view/2128
Jamilah, Fitrotin. “Nusyus Pada Khi Perspektif Gender Dan Maqosid Syariah Jasser Auda”. Salimiya: Jurnal Ilmu Keagamaan Islam. Vol 4 No 2 (2023). https://mail.ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/IJHSS/article/view/4507
Jauhari, Nashrun, Ratna Suraiya, and Intan Wulandari. “MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA MELALUI BIMBINGAN PERNIKAHAN BAGI REMAJA USIA NIKAH DI DUSUN PRINGWULUNG DESA BENDUNGANJATI KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO”. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 1 (January 20, 2022). https://stp-mataram.e-journal.id/Amal/article/view/1184
Kamarusdiana dan Ita Sofia. “Dispensasi Nikah Dalam Perspektif Hukum Islam, Undang-undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.” Jurnal Salam Vol. 7, no. No. 1 (2020). https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/64920.
Kementrian Pmnerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. “‘Kemen PPPA:Perkawinan Anak di Indonesia Sudah Sudah Mengkhawatirkan.’” Diakses 17 November 2023. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/4357/kemen-pppa-perkawinan-anak-di-indonesia-sudah-mengkhawatirkan.
Marwiyah, Ramon Nofrial, dan Darwis Anatami. “Analisis Yuridis Pelaksanaan Pemberian Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Batam Dalam Perspektif Kepastian Hukum dan Perlindungan Anak.” Jurnal Fusion Vol. 3, no. No. 1 (Januari 2023): Hlm 17,< https://doi.org/10.54543/fusion.v3i01.241.
Mughniatul Ilma. “Regulasi Dispensasi Dalam Penguatan ATuran Batas Usia Kawin Bagi Anak Pasca Lahirnya UU No. 16 Tahun 2019.” al-Manhaj Vol. 2, no. No. 2 (2020): hlm 135.
Muhammad Nurul Fahmi. “Tinjauan Siyasah Syar’iyyah Terhadap Penetapan Batas Usia Nikah.” Jurnal Al-Majalis Vol. 8, no. No. 1 (2020): hlm 108,< https://doi.org/10.37680/almanhaj.v2i2.478.
Naimah, Farida, Nuril Habibi, Nashrun Jauhari, and Aspandi Aspandi. “BUILDING RELIGIOUS INSTITUTIONS WITH MAQASID AL-SHARIA’AH IN FAMILY AFFAIRS”. Al-’`Adalah : Jurnal Syariah dan Hukum Islam 7, no. 1 (June 30, 2022). https://e-journal.uac.ac.id/index.php/adlh/article/view/2275.
Nur Fadhilah dan Khairiyati Rahmah. “Rekonstruksi Batas Usia Perkawinan Anak Dalam Hukum Nasional Indonesia.” Jurnal De Jure Vol. 4, no. No. 1 (Juli 2012): hlm 52,< https://doi.org/10.18860/j-fsh.v4i1.2151.
Nur Wahid. “Historisitas dan Tujuan Aturan Umur Minimal Perkawinan dalam Perundang-undangan Keluarga Islam di Indonesia.” Jurnal Volksgeist Vol. 2, no. No. 2 (Desember 2019): hlm 166,< https://doi.org/10.24090/volksgeist.v2i2.2822.
Perma No. 5 Tahun 2019 Tentang Pedoman Mengadili Dispensasi Kawin Pasal 2, t.t.
Rabiatul Adawiyah. “Analisis Batas Usia Perkawinan Pada UU No. 16 Tahun 2019 Atas Perubahan UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Jurnal Hukum islam.” Jurnal Hukum islam Vol. 21, no. No. 2 (Desember 2021): 260,< http://dx.doi.org/10.24014/jhi.v21i2.11711.
Ridwan Mustajab. “Dispensasi Pernikahan Anak Mencapai 50.673 Kasus pada 2022.” Diakses 26 November 2023. https://dataindonesia.id/varia/detail/dispensasi-pernikahan-anak-mencapai-50673-kasus-pada-2022.
Saudah Murtafiah. “, Penetapan Dispensasi Nikah Di Bawah Umur (studi putusan Mo. 36/Pd.t/2020/PA.Medan dan Putusan Nomor 37/Pd.t/2019/PASimangulun).” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2021.
Soetojo Prawirohamidjojo. Pluralisme dalam Perundang-undangan Perkawinan di Indonesia. Surabaya: Airlangga University Press, 2012.
Suraiya, Ratna, and Nashrun Jauhari. “Relevansi Wakaf Ahli Dalam Membangun Ketahanan Keluarga”. Tasyri’ : Journal of Islamic Law 1, no. 2 (July 10, 2022): 253–292. https://journal.stai-nuruliman.ac.id/index.php/tsyr/article/view/33.
“undang-undang no. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 7,” t.t.
Yulia Fatma. “Batasan Usia Perkawinan Dalam Hukum Keluarga Islam (Perbandingan Antar Negara Muslim : Turki, Pakistan, Maroko dan Indonesia).” Jurnal Ilmiah Syari’ah, Vol. 18, no. No. 2 (t.t.): hlm 131, https://core.ac.uk/download/pdf/277893806.pdf.
Copyright (c) 2023 Agus Khotibul Umam, Citra Widyasari S

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)




