Larangan Kohabitasi Dalam UU No. 1 Tahun 2023: Suatu Penerapan Sadd Dzariah

Prohibition of Cohabitation in Law No. 1 Year 2023: an Application of Sadd Dzariah

  • Muhammad Razif Universitas Indonesia
Keywords: Zina, Kohabitasi, Sadd Dzariah

Abstract

Cohabitation is a practice that is often carried out by young people. The goal is to maintain harmony in their relationship. On the other hand, this practice makes it easier for adultery to occur. Cohabitation in fiqh is a means to the act of adultery which is referred to as dzariah. The aim of this article is to analyze the practice of cohabitation according to Dzariah's theory and to analyze the government's efforts to reduce the practice of cohabitation in the new Criminal Code. The research carried out is doctrinal research with secondary data sources consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. Dzariah is something that mediates an action, whether forbidden or lawful. The legal basis for dzariah can be found in the Koran, hadith, and ijmak ulama which have been made in the principles of fiqh. Most of the forms of dzariah that we encounter are towards haram, so dzariah is often called sadd dzariah. The government also regulates the prohibition of cohabitation in the new Criminal Code so that the practice of adultery can be prevented because cohabitation is a means of facilitating adultery. From an Islamic perspective, the state's action to prohibit the practice of cohabitation is an implementation of the sadd dzariah theory to avoid the practice of adultery.

 

Kohabitasi merupakan praktek yang banyak dilakukan oleh muda-mudi. Tujuannya agar menjaga keharmonisan hubungan mereka. Di sisi lain praktek ini mempermudah terjadinya perzinaan. Kohabitasi dalam fiqih merupakan sarana menuju perbuatan zina yang dalam istilah disebut sebagai dzariah. Tujuan tulisan ini agar menganalisis praktek kohabitasi menurut teori dzariah serta menganalisis upaya pemerintah mengurangi praktek kohabitasi dalam KUHP baru. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian doktrinal dengan sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Dzariah adalah suatu hal yang menjadi perantara terhadap suatu perbuatan, baik yang diharamkan maupun yang dihalalkan. Dasar hukum dzariah dapat ditemukan dalam alquran, hadis, dan ijmak ulama yang telah dibuat dalam kaidah-kaidah fiqih. Kebanyakan bentuk dzariah yang ditemui adalah menuju keharaman, sehingga sering kali dzariah disebut dengan sadd dzariah. Pemerintah juga mengatur larangan kohabitasi dalam KUHP baru sehingga praktek perzinaan dapat dicegah karena kohabitasi merupakan sarana memudahkan perzinahan. Dalam kacamata Islam, tindakan negara melarang praktek kohabitasi merupakan implementasi teori sadd dzariah agar terhindar dari praktek perzinaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A Danardana, “Kriminalisasi Fenomena Penyimpangan Sosial Kumpul Kebo (Samenlaven) Dalam Perspektif Hukum Pidana,” Justitia Et Pax: Jurnal Hukum 38, No. 1, (Juni, 2022), https://ojs.uajy.ac.id/index.php/justitiaetpax/article/view/5713.

A. Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih: Kaidah-Kaidah Hukum Islam Dalam Menyelesaikan Masalah Masalah Yang Praktis, Jakarta: Kencana, 2007.

Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqih, Semarang: Dina Utama, 1994.

Ahmad Zuhdi Muhdlor, “Perkembangan Metodologi Penelitian Hukum,” Jurnal Hukum Dan Peradilan 1, No. 2, 2012, https://jurnalhukumdanperadilan.org/index.php/jurnalhukumperadilan/article/view/138.

Amir Syarifuddin, Ushul Fiqih, Jakarta: Kencana, 2014.

Anis Khafizoh, “Perkawinan Sedarah Dalam Persepktif Hukum Islam Dan Genetika,” Syariati : Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum3, No. 1, 2017, https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/syariati/article/view/1142.

Asroroun Ni’am Sholeh, Metodologi Penetapan Fatwa Majelis Ulama Indoensia: Penggunaan Prinsip Pencegahan Dalam Fatwa, Jakarta: Emir, 2016.

Dhea Sukma Putri, “Pengaturan Tindak Pidana Perzinahan Dalam RKUHP,” Jurnal Studia Legalia: Jurnal Ilmu Hukum 3, No. 1, 2022, https://studialegalia.ub.ac.id/index.php/studialegalia/article/view/22.

Heri Ruslan, Penjarakan Pelaku Kumpul Kebo, Tersedia Pada 2 April 2013, https://news.republika.co.id/berita/mklzu4/penjarakan-pelaku-kumpul-kebo.

Hifdhotul Munawaroh, “Sadd Al Dzariat Dan Aplikasinya Pada Permasalahan Fiqih Kontemporer,” Jurnal Ijtihad 12, No. 1, (Juni, 2018), https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/ijtihad/article/view/2584.

Intan Arafah, “Pendekatan Sadd Adz-Dzari’ah Dalam Studi Islam,” Al-Muamalat: Jurnal Hukum & Ekonomi Syariah 5, No. 1, 2020, https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/1443.

Jobpie Sugiharto, Fahri Hamzah Heran Mahasiswa Menyoal Urusan Selangkangan Di RKUHP, tersedia pada 25 September 2019, https://nasional.tempo.co/read/1252062/fahri-hamzah-heran-mahasiswa-menyoal-urusan-selangkangan-di-rkuhp.

I Gusti Agung Gede Krisna Dwipayana, “Pengaturan Terhadap Perbuatan Kumpul Kebo (Kohabitasi) Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia”, Jurnal Kertha Desa 8, No. 7 , 2020, https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthadesa/article/view/66392.

Muhamad Abu Zahrah, Ushul Fiqih, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2019.

Muhamad Muhdar, Penelitian Doctrinal Dan Non-Doctrinal Pendekatan Aplikatif Dalam Penelitian Hukum, Samarinda: Mulawarman University Press, 2019.

Muhamad Takhim, “Saddu Al Dzariah Dalam Muamalah Islam”, Akses: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 14, No. 1, 2019, https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/AKSES/article/view/3264/0.

Naimah, Farida, Nuril Habibi, Nashrun Jauhari, and Aspandi Aspandi. “BUILDING RELIGIOUS INSTITUTIONS WITH MAQASID AL-SHARIA’AH IN FAMILY AFFAIRS”. Al-’`Adalah : Jurnal Syariah dan Hukum Islam 7, no. 1 (June 30, 2022): 111-140. Accessed December 22, 2023. https://e-journal.uac.ac.id/index.php/adlh/article/view/2275.

Nashr Farid Muhammad Washil, Al-Madkhalu Fi Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyati Wa Atsaruha Fi Al-Ahkami Al-Syar’iyyati, Jakarta: Amzah, 2009.

Nasrun Haroen, Ushul Fiqih I, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.

Pahrur Rizal, "Dasar Kriminalisasi Kumpul Kebo dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,” Jurnal Media Bina Ilmiah 15, No. 1, 2020, https://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI/article/view/671.

Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Supriyadi Widodo Eddyono, “Masalah Tindak Pidana Kumpul Kebo Dalam RKUHP”, https://reformasikuhp.org/masalah-tindak-pidana-kumpul-kebo-cohabitation-dalam-r-kuhp/, tersedia 01 Nopember 2016,

Tim Penyusun, Buku Panduan Penulisan Karya Ilmiah, Depok: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang hukum Pidana.

Yusep Rafiqi, “Implementasi Sadd Dan Fathu Al-Dzariah Dalam Strategi Pemasaran Produk Bordir Di Sentra Industri Bordir Kota Tasikmalaya,” Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial Islam 7, No.2, 2019, https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/am/article/view/591.
Published
2023-12-13
How to Cite
[1]
Razif, M. 2023. Larangan Kohabitasi Dalam UU No. 1 Tahun 2023: Suatu Penerapan Sadd Dzariah. Al-’`Adalah : Jurnal Syariah dan Hukum Islam. 8, 2 (Dec. 2023), 212-224. DOI:https://doi.org/10.31538/adlh.v8i2.4258.