Konsep dan Implikasi Pembagian Warisan secara Damai (Al-Qismah al-Riḍā’iyyah) di Indonesia Perspektif Hukum Islam
The Peaceful Distribution of Inheritance (Al-Qismah al-Riḍā'iyyah) Concept and Implications in Indonesia from the Islamic Law Perspective
Abstract
Inheritance law in Islam has a firm foundation based on the Qur'an and Hadith, which stipulates rules for the fair distribution of inheritance for all heirs, both men and women. However, the implementation of inheritance law in Indonesia is often influenced by customary law practices, including the mechanism of amicable division. This research aims to explore the concept of inheritance division in the perspective of Islamic law, understand the procedure for peaceful division, and analyze it in terms of Islamic law and its relevance in the Indonesian context. This research uses a library research method with an analytical descriptive approach. The research findings show that the implementation of amicable division of inheritance (al-qismah al-riḍā'iyyah) in Indonesia must fulfill a number of pillars and conditions to be considered valid according to Islamic law. Each heir is required to have legal capacity, including common sense and maturity (baligh), so that the decisions taken have legal legitimacy. In addition, heirs must have legal ownership rights over the inheritance and authority in the distribution process, to prevent injustice. The distribution process also requires the free will of all parties, where the consent of each heir is explicitly stated. The presence of all heirs or their representatives in the distribution process is important to ensure transparency and fairness. Furthermore, each heir needs to understand the share to which he is entitled as determined in the Qur'an and Hadith, including the willingness of the male heir who has the main portion in the division. By referring to these principles, the peaceful division of inheritance is expected to maintain family harmony, reduce the potential for conflict, and create fair benefits for all heirs.
Hukum kewarisan dalam Islam memiliki landasan yang tegas berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, yang menetapkan aturan pembagian warisan secara adil bagi seluruh ahli waris, baik laki-laki maupun perempuan. Namun demikian, pelaksanaan hukum kewarisan di Indonesia sering kali dipengaruhi oleh praktik hukum adat, termasuk mekanisme pembagian damai. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep pembagian warisan dalam perspektif hukum Islam, memahami prosedur pembagian damai, serta menganalisisnya dari sisi hukum Islam dan relevansinya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analitik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembagian harta warisan secara damai (al-qismah al-riḍā’iyyah) di Indonesia harus memenuhi sejumlah rukun dan syarat agar dianggap sah menurut hukum Islam. Setiap ahli waris diwajibkan memiliki kecakapan hukum, meliputi akal sehat dan kedewasaan (baligh), sehingga keputusan yang diambil memiliki legitimasi hukum. Selain itu, ahli waris harus memiliki hak kepemilikan yang sah atas harta warisan dan kewenangan dalam proses pembagiannya, untuk mencegah timbulnya ketidakadilan. Proses pembagian ini juga mengharuskan adanya kerelaan dari semua pihak tanpa paksaan, di mana persetujuan setiap ahli waris dinyatakan secara eksplisit. Kehadiran seluruh ahli waris atau perwakilan mereka dalam proses pembagian menjadi penting untuk menjamin transparansi dan keadilan. Selanjutnya, setiap ahli waris perlu memahami bagian yang menjadi haknya sebagaimana telah ditentukan dalam Al-Qur’an dan Hadis, termasuk kerelaan dari ahli waris laki-laki yang memiliki porsi utama dalam pembagian tersebut. Dengan mengacu pada prinsip-prinsip ini, pembagian warisan secara damai diharapkan dapat memelihara harmoni keluarga, mengurangi potensi konflik, serta menciptakan manfaat yang adil bagi seluruh ahli waris.
Downloads
References
‘Āsyūr, Muhammad al-Ṭāhir bin. Maqāṣid Al-Syarī’ah Al-Islāmiyah. Yordania: Dār al-Nafāis, 2001.
Al-Ghāmidī, Naṣhir bin Muhammad Bin Musyarī. Al-Khullaṣah Fi ‘Ilmi Al-Faraiḍ. Mekah: Dār Ṭibah al-Khuḍarā, 2007.
Al-Ḥanbali, Ibnu Qudamah. Al-Mughnī, Jilid X. Kairo: Dār al-Hijr, 1410.
Al-Hattab, Shams al-Din Abu ’Abdullah Muhammad bin Muhammad bin ’Abd al-Rahman. Mawāhib Al-Jalīl Li Syarḥ Mukhtaṣar Al-Khalīl, Jilid VII. Mesir: Dar ’Alam al-Kutub., 2003.
Al-Khāzin, Abū al-Hasan ‘Alā al-Dīn bin Muhammad al-Syīḥī. Tafsīr Al-Khāzin Lubāb Al-Ta’wīl Fi Ma’ānī Al-Tanzīl, Jilid I. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1415.
Al-Lāḥim, Abdul Karīm bin Muhammad. Al-Muṭla’ ‘Ala Daqā’iq Zād Al-Mustaqni’, Jilid IV. Saudi Arabia: Dar Kunuz Ishbilia li-Nashr wa-Tawzī’, 2012.
Al-Mahalli, Imam Jalaluddin, and Imam Jalaluddin As-Suyuti. Tafsir Jalalain - Jilid 2. Sinar Baru Algensindo, 2016.
Al-Maqdisi, Baha’ al-Din ’Abd al-Rahman. Al-’Udda Fi Syarḥ Al-’Umdah, Jilid II. Kairo: Risalah al-‘Ālimiyyah, 1990.
Al-Nawawī, Abu Zakariya Muhyi al-Dīn Yahya ibn Syaraf. Rawdat Al-Ṭālibīn Wa ’Umdat Al-Muftīn, Jilid XI. Oman: Al-Maktab al-Islami, 1991.
Al-Sya’rāwī, Muhammad Mutawallī. Tafsīr Al-Sya’rāwī Al-Khawatir. Mesir: Maṭābi’ Akhbār al-Yaum, 1997.
Al-Syarbainī, Syamsuddin Muhammad Khaṭib. Mughnī Al-Muḥtāj, Jilid III. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1415.
Al-Syāṭibī, Ibrāhīm bin Mūsa bin Muhammad al-Lakhmi al-Gharnati. Al-Muwāfaqāt, Jilid II. Damaskus: Dār Ibn ‘Affān, 1997.
Al-Zuhaili, Wahbah. Fiqh Islami Wa Adillatuh Jilid X. Damaskus: Dār al-Fikr, 1997.
“Ala” al-Din, Abu Bakr bin Mas’ūd bin Ahmad al-Kasāni al-Ḥanafī. Badā’i’ Al-Ṣanā’i’ Fi Tartīb Al-Syarā’i’, Jilid VII. Beirut: Dār al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1986.
Amin, Muhammad. Raddu Al-Muḥtār ‘ala Al-Durrī Al-Mukhtār, Jilid VI. Beirut: Dār al-Fikr, 1386.
Anderson, J.N.D. Hukum Islam Di Dunia Modern. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994.
Athoillah, M. Fikih Waris (Metode Pembagian Waris Praktis). Bandung: Yrama Widya, 2018.
Az-Zuhailī, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islamī Wa Adillatuhu, Jilid VI. Damaskus: Dar al-Fikr, 2008.
Hadikusuma, Hilman. Hukum Waris Adat. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1999.
Hanbal, Abu Abdullah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Ibn. Musnad Al-Imam Ahmad Bin Hanbal, Jilid XXXIV. Kairo: Mu’assasat al-Risalah, 2001.
Hedianti, Elfira Sarah, and Akhmad Jalaludin. “Sistem Pembagian Waris Sama Rata Pada Masyarakat Watukumpul Kabupaten Pemalang.” Al-Hukkam: Journal of Islamic Family Law 2, no. April (2022): 44–55. https://e-journal.uingusdur.ac.id/al-hukkam/article/view/779.
Islam, Rosikhul, Moh. Fadol, Masfufah, Nanda Faiqotul Himmah, and Nasihin. “Pembagian Waris Menurut Hukum Syar´i Dan Musyawarah Di Desa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Rosikhul.” Jurnal Mu’allim 5, no. 1 (2023): 210–18. https://doi.org/10.35891/muallim.v5i1.3347.
Kaṡīr, Ismaīl bin Umar bin Kaṡīr Ibnu. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adīm, Jilid II. Riyadh: Dār Taibah, 1999.
Khallaf, Abdul Wahhab. Kaidah-Kaidah Hukum Islam; (Ilmu Ushul Fiqih). Jakarta: Rajawali Pers, 1996.
Maghfuroh, Wahibatul. “Tinjauan Hukum Terhadap Ahli Waris Yang Mengundurkan Diri Sebagai Penerima Hak Waris Atas Harta Warisan Menurut Kompilasi Hukum Islam.” IUS : Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum 08, no. 02 (2021): 58–70. https://doi.org/https://doi.org/10.51747/ius.v8i2.690.
Mardani. Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
———. “TAKHARUJ ADALAH PENDEKATAN DALAM MEMBAGI HARTA WARISAN SECARA ADIL.” AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL 8, no. 2 (2023): 115–31.
Maskuri, Erkham, and Difa Azri Aufa. “Hukum Kewarisan Masyarakat Adat Banjar Dalam Perspektif As-Sulh.” Al-’Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam 7, no. 2 (2022): 334–54. https://doi.org/https://doi.org/10.31538/adlh.v7i2.2535.
Muhibbin, Moh., and Abdul Wahid. Hukum Kewarisan Islam: Sebagai Pembaruan Hukum Positif Di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Muhibbussabry. “Hak Waris Khunṡa Dan Metode Penyelesaiannya Dalam Hukum Waris Islam.” Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah 10, no. 1 (2024): 33–51. https://doi.org/10.37567/shar-e.v10i1.2709.
Muhibbussabry. “Hak Waris Al-Ḥamlu (Anak Dalam Kandungan) Dan Penyelesaian Dengan Metode Mauqūf (Penangguhan).” Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan 15, no. 1 (2024): 1–23. https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/sks/article/view/38950.
Muhibbussabry, M. Fikih Mawaris. Medan: CV Pusdikra Mitra Jaya, 2020.
Naim, Abdul Haris, and Ahmad Safi’i. “Analisis Implementasi Pasal 183 KHI Tentang Pembagian Harta Waris Di Desa Pasuruhan Kidul Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.” YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam 12, no. 2 (2021): 187–208. https://doi.org/10.21043/yudisia.v12i2.12345.
Nasr Hamid Abu Zayd. Imam Syafi’i Modernitas Ekletisisme Arabisme. Yogyakarta: LKIS, 1997.
Nujāim, Zainul ‘Ābidīn bin Ibrāhīm Ibn. Al-Asybāh Wa Al-Nażā’ir ’ala Madhab Abi Hanifah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1980.
Rahman, Abd, Oceania Hasanah, and Abdul Halim. “Praktik Pembagian Kewarisan Islam Dalam Masyarakat Perkotaan: Antara Sistem Kewarisan Islam Dan Suka Rela.” SALAM Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I 10, no. 1 (2023): 279–94. https://doi.org/110.15408/sjsbs.v10i1.36288.
Saebani, Beni Ahmad. Fiqh Mawaris. Bandung: Pustaka Setia, 2015.
Sālim, Abu Malik Kamil bin al-Sayyid. Ṣaḥīḥ Fiqh Al-Sunnah Wa Adillatuhu Wa Tawḍīh Mazāhib Al-A’immah, Jilid IV. Kairo: Al-Maktabah al-Tawfiqiyyah, 2003.
Salman, HR. Otje, and Mustofa Haffas. Hukum Waris Islam. Keempat. Bandung: Refika Aditama, 2020.
Salmudin, Firman Muntaqo, and K. N.Sopyan Hasan. “Tunggu Tubang as a Method for Peaceful Inheritance Distribution of Semende Indigenous Peoples.” De Jure: Jurnal Hukum Dan Syar’iah 13, no. 1 (2021): 53–66. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v13i1.11028.
Sarmadi, A. Sukris. Transendensi Keadilan Hukum Waris Islam Transformatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
Suparman, Eman. Hukum Waris Indonesia; Dalam Perspektif Islam, Adat Dan BW. Bandung: Refika Aditama, 2019.
Syakir, Tahqīq Ahmad. Musnad Ahmad Bin Hanbal, Jilid XXXVII. Kairo: Dār al-Mā’rif, n.d.
Zaynal, Rifanto Bin Ridwan, and Lukman Asha. “Praktik Pembagian Waris Secara Merata Antara Laki-Laki Dan Perempuan Di Kecamatan Kepahiang.” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 16.6 16, no. 6 (2022): 2172–85. https://doi.org/10.35931/aq.v16i6.1377.
Copyright (c) 2024 Muhibbussabry -, Muhammad Zein

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)




