Mitologi dalam Konstruksi Hukum Islam Masyarakat Bubakan Semarang
The Mythology in the Islamic Law Construction of Bubakan Semarang Society
Abstract
Mythology arises from the way society constructs the meaning of supernatural phenomena through meta-language; an interpretation of phenomena by presenting supernatural values. This meaning forms the foundation for community efforts to merge religious rituals with local wisdom, creating an integrative culture that reflects both. The main goal is to build a harmonious relationship: a vertical relationship between God and humans, and a horizontal one between humans and fellow creatures. This is where Islamic Law grounded on mythology finds its foundation. An important aspect that must be studied is placing mythology, not as historical science but as formal science so that its relevance in constructing Islamic law can be tested. This paper aims to reveal how mythology is able to construct Urf Sahih as one of the sources of Islamic Law. The validity is measured from the relevance of integrative values in culture with the concept of Islamic law. This study employed field research with a qualitative approach focusing on the meaning behind phenomena in the social sphere. The primary sources were collected from observation and interviews with informants. Meanwhile, secondary data were drawn from several books and studies related to this research topic. This study shows that mythology of Ontobogo among the Bubakan community produced an organic local culture in the form of kabumi, punggahan, and pudunan. Following the spread of Islam in Bubakan by Sunan Kalijaga and Sunan Batok, the culture evolved into an integrative culture that combines spiritual values and local wisdom chosen as an expression of religious obedience. This is the creative way of the Bubakan community (local genius) in constructing Islamic Law through an integrative culture based on mythology.
Mitologi lahir dari cara masyarakat mengkonstruksi makna atas fenomena supernatural melalui meta-language; sebuah interpretasi atas fenomena dengan menghadirkan nilai-nilai supernatural. Pemaknaan ini menjadi basis motivasi masyarakat untuk menciptakan budaya integratif antara ritualitas-keagamaan dan kearifan lokal (local wisdom). Tujuan utamanya, terbangun relasi harmoni yang bersifat vertikal (Tuhan dan manusia) dan horizontal (manusia dan sesama makhluk). Di sinilah Hukum Islam berbasis pada mitologi mendapatkan ruang persemaian. Aspek penting yang harus dikaji adalah menempatkan mitologi, bukan sebagai historical science tetapi sebagai formal science sehingga dapat diuji relevansinya dalam mengkonstruksi Hukum Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap; bagaimana mitologi mampu mengkonstruksi Urf Sahih sebagai salah satu sumber Hukum Islam. Kesahihan itu diukur dari relevansi antara nilai-nilai integratif pada kebudayaan dengan konsep Hukum Islam. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif karena obyek yang dikaji adalah makna di balik fenomena dalam lingkup sosial. Sumber primer berupa data observasi dan data informan. Adapun data sekunder berupa buku dan penelitian terkait dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitologi tentang Ontobogo di kalangan masyarakat Bubakan melahirkan budaya lokal organik berupa kabumi, punggahan, dan pudunan. Pasca penyebaran Islam ke Bubakan oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Batok, budaya tersebut bermetamorfosa menjadi budaya integratif yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang dipilih sebagai ekspresi ketaatan beragama. Inilah cara jenius masyarakat Bubakan (local genious) dalam mengkonstruksikan Hukum Islam melalui budaya integratif berbasis pada mitologi.
Downloads
References
Abdul Karim, Al-Judzur al-Tarikhiyyah li al-Syariah al-Islamiyyah, Kairo: Sina.
Abdul Wahab Khalaf, Masadir al-Tasyri al-Islamiy fima La Nassa Fihi , Kuwait: Darul Qalam, 1993.
Ahmad Fahmi Abu Sunnah, Al-Urf wa al-Adah fi Ra’yi al-Fukaha, Kairo: Darul Basyair, 2004.
Aziz, F. Mitologi dan Konstruksi Budaya Masyarakat Bubakan Mijen Semarang dalam Tinjauan Roland Barthes. FIKRAH, Vol. 8, No. 1 (2020), 115.
DOI: https://doi.org/10.21043/fikrah.v8i1.7064
Aziz, R. A., & As’ad, A., “Konsep Urf Dalam Hukum Islam Perspektif Syaikh Yasin Alfadani (Padang) Dalam Kitab Alfawaid Aljaniyah”, JASNA, Vol 3, No. 2 (2023), 120-135.
DOI: https://doi.org/10.34001/jasna.v3i2.5456
Babie, The Practice of Social Research, Belmont: Wadsworth, 1998.
Bronislaw Malinowski, Magic, Science, and Religion, New York: Doubleday Anchor Book, 1954.
Benny H. Hoed, “Strukturalisme de Saussure di Prancis dan Perkembangannya,” dalam Prancis dan Kita, Jakarta:Wedatama Widya Sastra, 2003.
Clifford Geertz, Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1981.
Clifford Geertz, After the Fact, Massachussets: Harvard University Press.
Dzuwaini, Al-Syariah al-Islamiyyah, Kairo: Maktabah Al-Azhar, 2002.
Dzuwaini, Tarikh al-Tasyri al-Islamy, Kairo: Maktabah Al-Azhar, 2001.
Devi Sri Yuliyani, “Mengenal Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan
Fakhrudin Aziz, Mitologi dalam Konstruksi Hukum islam Masyarakat Jawa, Semarang: Mutiara Aksara, 2019.
Fakhrudin Aziz, Tradisi Punggahan dalam Tinjauan Domestikasi Hukum Islam, Semarang: SEAP, 2022.
Ghofur, M. I., “Integrasi Islam Dan Budaya Nusantara (Tinjauan Historis Islam Di Nusantara)”, Jurnal Yaqzhan, Vol. 07, No. 2 (Desember 2021), 258.
http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/yaqzhan/index
Jalaludin al-Suyuti, Asybah wa al-Nazair (Mesir: Darul Ihya, t.t.), 63
John Storey, Teori Budaya dan Budaya Pop, Memetakan Lanskap Konseptual Cultural Studies, terj. Elli el Fajri, Yogyakarta: Qalam, 2004.
John W Cresswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approach, London: Hill and Wang, 2009.
Khufaya J., Kholil M. & Syarif N, “Fenomena Hukum Islam di Masa Modern; Upaya Harmonisasi antara eksistensi dan Relevansi”, Mutawasith: Jurnal Hukum Islam. Vol. 4, No. 2 (Desember 2021), 128-147,
https://doi.org/10.47971/mjhi.v4i2.366
Kaco, S.H., “Fiqh Lokalitas: Integrasi Hukum Islam dan Budaya Lokal (Studi Pemikiran Hukum Kontekstual Abdurrahman Wahid)”, J-ALIF Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Sosial Budaya Islam, Vol. 4, No. 1 (Mei 2019), 29-45
https://journal.lppm-unasman.ac.id/index.php/jalif/article/viewFile/536/553
Koentjaraningrat, Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan, Jakarta: Gramedia, 1985.
Mubarak, Nurman Said, dan Emily Nur Saidy, “Revitalisasi Budaya Lokal dalam Bingkai Moderasi Beragama”, Ruang Komunitas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. II, No. 2, (2024), 43-54.
https://doi.org/10.24252/rkjpm.v2i2.51140
Musonnif, A., Sayyid, U., Rahmatullah, A., Mayangsari, T. L., “Integrasi Mitos Dan Religi: (Mitologi Jawa dan Religi Islam dalam Ritual Ruwatan Pernikahan oleh Masyarakat Desa Jombok Ngoro Jombang Jawa Timur)”, Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, Vol. 12, No. 1 (2024), 148.
https://doi.org/10.21274/kontem.2024.12.1.147-163
Nur, R., F., Unnafi, S. ’., “Melestarikan Simbol Integrasi Agama dan Budaya di Era Modern: Analisis Potensi Wisata Grebeg Maulud di Surakarta, Jurnal Manajemen Dakwah, Vol. 6 No. 2 (2020), 275-288.
https://doi.org/10.14421/jmd.2020.62-07
Nur Qorut, Al-Sunnah wa Makanatuha, Madinah: Majma’ al-Malik, 2020.
NW Ar, M Pababbari, N Sastrawati, , “Fungsionalisasi Budaya Lokal sebagai Alternatif Sarana Dakwah di Era Digital”, Jurnal Shoutika, Vol. 3 No. 1 (2023), 2.
https://www.jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/shoutika/article/view/554
Parsudi Suparlan, Pendidikan Multikultural Dan Revitalisasi Hukum Adat dalam Perspektif Sejarah, Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 2005.
Putri, D., “Konsep Urf sebagai Sumber Hukum dalam Islam”, el-Maslahah, Vol. 10, No. 2 (Desember 2020), 14-25.
DOI: https://doi.org/10.23971/maslahah.v10i2.1911
Roland Robertson, Agama: dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis, Jakarta: Rajawali Press, 1988.
Roland Barthes, Mythologies, London: Hill and Wang, 1972.
Roland Barthes, Elements of Semiology, London: Jonathan Cape, 1967.
Rosydiana, “Nyadran: Bentuk Akulturasi Agama Dengan Budaya Jawa”, HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, Vol. 15, No. 1 (2023), 17. DOI: https://doi.org/10.52166/humanis.v15i1.3305
Rodiyah, A., Fadlilah, N. D., Wulandari, N., Farhan Erdianto, M., Faiz, M., Yudhanta, A., & Noor, A. M. (2024). Tradisi Ruwatan Pada Prespektif Islam Masyarakat Demak Jawa Tengah. In Jurnal Studi Keislaman (Vol. 13, Issue 1).
https://journal.unugiri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/1680
Rina Setyaningsih, “Akulturasi Budaya Jawa Sebagai Strategi Dakwah”, Ri’ayah, Vol. 5, No. 01, (Januari-Juni 2020), 73-82.
https://e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id/riayah/article/view/2304/1717
Rizaldi, M., & Qodariyah, A. L., “Mengkaji Manfaat Dan Nilai–Nilai Dalam Pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi Dari Sudut Pandang Teori Fungsionalisme”, Jurnal Artefak, Vol. 8, No.1 (April 2021), 81-85.
DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v8i1.4951
Surya Siregar, H., Fikri, M., & Khorinnisa, R. (n.d.)., “The Value of Islamic Education in the Sedekah Bumi”, Al-Ishlah, Vol. 13, No. 3 (2021),
DOI: https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i3.1142
Suwardi Endriaswara, Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme, dan Sufisme dalam Budaya Spiritual Jawa, Yogyakarta: Narasi, 2006.
Santana Septiawan, Menulis Ilmiah Metodologi Kualitatif, Jakarta: Yayasan Obor, 2007. (Studi tentang Tradisi Punggahan dan Pudunan), Jurnal Sosial Budaya, Vol. 19, No. 1 (2022), 39-47. DOI: http://dx.doi.org/10.24014/sb.v19i1.14733
Setiyawan, A. (n.d.)., “Budaya Lokal dalam Perspektif Agama: Legitimasi Hukum Adat (‘Urf) dalam Islam”, ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, Vol. 13, No. 2 (Juli 2012), 206. https://doi.org/10.14421/esensia.v13i2.738
Strauss, Anselm, and Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif Tata Langkah dan Teknik-teknik Teoritisasi Data, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
Tri Haryanto, J., “Dinamika Kerukunan Intern Umat Islam dalam Relasi Etnisitas Dan Agama di Kalteng”, Jurnal Analisa, Vol. 20 No. 01 (Januari - Juni 2013), 13-24.
Widianto, A. A., & Lutfiana, R. F., “Kearifan Lokal Kabumi: Media Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Masyarakat Tuban Jawa Timur”, Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, Vol. 5, No. 1, (2021), 118-130.
https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15929
Yayah & Sumadi, “Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Islam Nusantara”, Jurnal Penelitian Penididikan Islam, Vol. 5, No. 1 (2017), 67–86.
https://www.riset-iaid.net/index.php/jppi/article/view/66
Yanti, R., Rodiah, I., “Pentingnya Peran Pemerintah dalam Pelestarian Tradisi Punggahan”, Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, Vol. 7, No. 2 (2024), 127-139.
Copyright (c) 2024 Fakhrudin Aziz, Muhammad Saiful Mujab

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)




