Milkul Yamin dalam Kompilasi Hukum Islam: Kajian Yuridis dan Implikasinya Terhadap Penghapusan Perbudakan
Milk Al-Yamin in The Compilation of Islamic Law: A Juridical Study and Its Implications for The Abolition of Slavery
Abstract
Milkul yamin, as a concept of female slave ownership that was permissible in the socio-historical context of pre-Islamic Arabia, has become part of the classical fiqh discourse on sexual relations without a marriage contract. However, in a modern national legal system that prioritizes respect for human rights, the concept is no longer relevant. This study aims to examine juridically the concept of milkul yamin in classical Islamic law and its implications for the formation of positive Islamic law in Indonesia through the Compilation of Islamic Law (KHI) which has constitutionally abolished all forms of slavery. This research uses a normative juridical method with a qualitative approach and document analysis of classical fiqh texts, KHI and national legal instruments. This study concludes that KHI does not adopt the concept of milkul yamin because it contradicts the principles of justice, gender equality, and protection of human dignity regulated in the constitution. This confirms that Islamic law is adaptive and contextual, and actively supports the abolition of the slavery system. This research makes an important contribution in strengthening human values in contemporary Islamic legal ijtihad in Indonesia and recommends the need for progressive ijtihad so that Islamic law remains in line with contemporary human rights values.
Milkul yamin, sebagai konsep kepemilikan budak perempuan yang dibolehkan dalam konteks sosial-historis Arab pra-Islam, telah menjadi bagian dari diskursus fikih klasik mengenai hubungan seksual tanpa akad nikah. Namun, dalam sistem hukum nasional modern yang mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia, konsep tersebut tidak lagi relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara yuridis konsep milkul yamin dalam hukum Islam klasik dan implikasinya terhadap pembentukan hukum Islam positif di Indonesia melalui Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang secara konstitusional telah menghapus segala bentuk perbudakan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif dan analisis dokumen terhadap teks-teks fikih klasik, KHI serta instrumen hukum nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KHI tidak mengadopsi konsep milkul yamin karena bertentangan dengan prinsip keadilan, kesetaraan gender, dan perlindungan martabat manusia yang diatur dalam konstitusi. Hal ini menegaskan bahwa hukum Islam bersifat adaptif dan kontekstual, serta mendukung secara aktif penghapusan sistem perbudakan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam ijtihad hukum Islam kontemporer di Indonesia serta merekomendasikan perlunya ijtihad progresif agar hukum Islam tetap sejalan dengan nilai-nilai hak asasi manusia kontemporer.
Downloads
References
Arsal, & Imran, M. (2021). Eksplikasi Konsep Milku Al-Yamin dalam Kajian Tafsir Tematik Era Modern. Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al Qur’an Dan Tafsir, Vol. 9, 216–236.
Asri, Ramdani, F., Aswar, & Rahman, A. R. (2021). Kontroversi Perbudakan Dalam Perspektif Kaidah Al-Asl Fi Al-Abda Al-Tahrim. Bustanul Fuqaha : Jurnal Bidang Hukum Islam, Vol. 2(Nomor 3), 457–471.
Asriati. (2012). Pembaruan Hukum Islam Dalam Terapan Dan Peundang-Undangan di Indonesia. Jurnal Hukum Diktum, Vol. 10(Nomor. 1), 23–39.
Athallah Rasyad, P., Bintang, A., Rafael Ramadhan, N., & Winanti, A. (2024). Konsistensi Pemerintah Indonesia dalam Menjamin Hak Asasi Manusia Ditinjau dari Aspek Yuridis dan Historis. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, Vol. 4(No. 3), 11316–11329.
Azarkoni, A. S. (2024). Human Trafficking Dalam Pandangan. Opinia De Journal, Vol. 4(Nomor 1), 112–127.
Baqi, M. F. (2015). AL Lu’Lu’Wal Marjan, Muttafaqun’Alaih Shahih Bukhari. Beirut Publishing.
Benuf, K., & Azhar, M. (2020). Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer. Gema Keadilan, Vol. 7(Nomor. 1), 20–33.
Djazuli, H. A. (2013). Ilmu Fiqh: Penggalian, Perkembangan dan Penerapan Hukum Islam. Kencana.
Hambali, A. (2015). Penyelesaian Pelanggaran Berat HAM Masa Lalu sebagai Pelaksanaan Pasal 28I Ayat (2) UUD NRI Tahun 1945. Hasanuddin Law Review, Vol. 1(Nomor 2), 266–281.
Handayani, I. R., Zainab, Muhammad, H. N., & Arifin, A. Z. (2024). Interpretasi Konsep Perbudakan dalam Al Qur’an (Studi Analisis Tematik Al-Farmawi Terhadap Frasa Milkul Yamin). Ulumul Qur’an : Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, Vol. 4(Nomor. 1), 156–171.
Harahap, A. P., Siregar, H. Y., Hasibuan, M. H., & Yusuf, M. F. (2024). Kemanusiaan dan Keadilan: Mengeksplorasi Hak Asasi Manusia Dalam Konteks Hukum Islam. HAKAM ; Junal Kajian Hukum Islam Dan HUkum Ekonomi Islam, Vol. 8(Nomor. 1), 40–54.
Hasballah, K. (2020). The Milk Al-Yamin Concept as a Validity of Sexual Relationship in a Modern Context: An Analysis of Muhammad Syahrur’s Thoughts. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, Vol. 2(No. 2). https://doi.org/10.22373/sjhk.v4i2.7068
Ilyas, H. H. (2018). Fikih Akbar: Prinsip-Prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Pustaka Alvabet. Pustaka Alvabet.
Khasanah, N., Hamzani, A. I., & Aravik, H. (2020). Hermeneutics Of The Qur’an: A Study Of Muhammad Syahrur’s Thoughts On The Men and Women Equality. NURANI, Vol. 20(Nomor 1), 25–36.
La Maa, F., Mutalib, A., & Nasim, A. S. (2024). Perbudakan Moden di Arab Saudi: Seksualitas Majikan dan Budak Perempuan di Zaman Jahiliyah. Indonesian Journal of Shariah and Justice (IJSJ), Vol. 4(Nomor. 1), 83–105.
Nur Fadilah Muis, A. (2022). Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia Terhadap Kasus Perbudakan Anak Buah Kapal Indonesia di Kapal Asing. Rewang Kencang : Jurnal Hukum Lex Generalis, Vol. 3(Nomor. 12).
Nurhikmah. (2024). Maqashid Al-Shariah: Kerangka Adaptif Hukum Islam Untuk Menjawab Tantangan Kontemporer. Journal of Dual Legal Systems, Vol. 1(No. 2), 103–117.
Putra, A. F. E. (2024). Diskursus Penafsiran Milkul Yamin di Kalangan Ulama Klasik dan Kontemporer: Teks dan Konteks. USRATY: Journal of Islamic Family Law, Vol. 2(Nomor. 1), 15–27.
Republik Indonesia, M. A. (2011). Himpunan Peraturan Perundang-undangan Yang Berkaitan dengan Kompilasi Hukum Islam dengan Pengertian dalam Pembahasannya.
Ridho, S. L. Z., & Siswantoro, D. (2021). Islamic social finance, modern slavery of children, and Sustainable Development Goals in Indonesia (In International Conference on Business and Technology). Cham: Springer International Publishing.
Sauri, S. (2019). Konsep Al-Milk Al-Yamin: Sebuah Kajian Hadis Tentang Kedudukan Milk Al-Yamin Dalam Islam. In Conference on Islamic Studies FAI 2019, 109–120.
Sayuti Anshari Nst, A. (2015). Perbudakan Dalam Hukum Islam. Ahkam, Vol. XV(No. 1).
Shihab, M. Q. (2020). Al-Quran dan Maknanya. Lentera Hati. Lentera Hati.
Sibawaihi, Basri, H., & Irsyad, M. (2024). Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an. As-Salam: Journal Islamic Social Sciences and Humanities, Vol. 2(No. 3), 19–30.
Tahir, M. (2014). Studi Hukum Kritis Dalam Kajian Hukum Islam. Istinbath : Jurnal Hukum Islam, Vol. 13(No. 2), 202–214.
Tisna Nugraha, M. (2015). Perbudakan Modern (Modern Slavery)(Analisis Sejarah dan Pendidikan). At-Turats, Vol. 9, 49–61.
Umam, K., & Sutanto, H. (2013). Manajemen Pemasaran Bank Syariah. Pustaka Setia.
Utama, A. S., & Toni, T. (2020). Perlindungan Negara Terhadap Kebebasan Beragama Di Indonesia Menurut Undang-Undang Dasar 1945. CIVITAS (Jurnal Pembelajaran Dan Ilmu Civic), Vol. 6(Nomor. 2), 12–24.
Wage, W., Makhful, M., & Surya, M. E. (2021). Pendidikan Islam Berwawasan Kerahmatan. Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 22(Nomor 1), 105–118.
Wahid, A. H. (2015). Perbudakan Dalam Pandangan Islam, Hadith dan Sirah Nabawiyah: Textual and Contextual Studies. NUANSA, Vol. VIII(No. 2).
Wahid, A., Suarni, & Fitri, N. (2019). Konsep Perbudakan Menurut Sayyid Quṭb Dalam Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an. TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, Vol. 4(Nomor 2), 167–181.
Copyright (c) 2025 Sherhan Sherhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)




