Legal Certainty in the Enforcement of Qanun Jinayah: Defining the Jurisdiction of Wilayatul Hisbah and the Civil Service Police Unit (Satpol PP) in Nanggroe Aceh Darussalam
Kepastian Hukum dalam Penegakan Qanun Jinayah: Penegasan Yurisdiksi Wilayatul Hisbah dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Nanggroe Aceh Darussalam and the Civil Service Police Unit (Satpol PP) in Nanggroe Aceh Darussalam
Abstract
The implementation of Qanun Jinayah in Aceh often faces overlapping issues between Wilayatul Hisbah (WH) and Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), which results in legal uncertainty in the enforcement of Islamic law. This study aims to examine the jurisdictional boundaries of both institutions and formulate strategies to strengthen legal certainty through institutional harmonization. The research method used is normative juridical with a conceptual and comparative approach, supported by an analysis of legislation and Lawrence M. Friedman's legal system theory. The results show that the unclear division of authority in regulations and weak structural coordination are the main sources of legal disharmony. Strengthening legal certainty can be achieved through the reconstruction of norms and the strengthening of coordination mechanisms between institutions that enforce Sharia law.. The novelty of this research lies in its proposal of a model for optimizing legal certainty through jurisdictional harmonization. Thus, this research provides conceptual and practical contributions to the formulation of Sharia-based regional legal policies in Aceh.
Pelaksanaan Qanun Jinayah di Aceh sering menghadapi persoalan tumpang tindih kewenangan antara Wilayatul Hisbah (WH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang berdampak pada ketidakpastian hukum dalam penegakan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji batas yurisdiksi kedua lembaga tersebut serta merumuskan strategi penguatan kepastian hukum melalui harmonisasi kelembagaan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan komparatif, didukung analisis terhadap peraturan perundang-undangan dan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakjelasan pembagian kewenangan dalam regulasi dan lemahnya koordinasi struktural menjadi sumber utama disharmoni hukum. Penguatan kepastian hukum dapat diwujudkan melalui rekonstruksi norma dan penguatan mekanisme koordinasi antar lembaga penegak syariat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penawaran model penguatan kepastian hukum melalui harmonisasi yurisdiksi. Sehingga penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam perumusan kebijakan hukum daerah berbasis syariat di Aceh.
Downloads
References
Abubakar, Al Yasa’. Syari’at Islam Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam: Paradigma, Kebijakan, Dan Kelembagaan. Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh, 2005.
Amiruddin, M. “Peran Sekretariat Daerah Dalam Harmonisasi Kebijakan Penegakan Syariat Islam Di Aceh.” Jurnal Bina Praja 11, no. 3 (2019). https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.319-330.
Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi Dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2015.
Fadhillah, Rahmat. “Tumpang Tindih Kewenangan Wilayatul Hisbah Dan Satpol PP Dalam Penegakan Qanun Jinayah.” Jurnal Hukum Syariah Dan Masyarakat 3, no. 2 (2021).
Fauzah Nur Aksa, T. Saifullah, Dkk. “The Implementation of Qānūn of Jināyāt in Aceh: A Legal Point of View.” Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum 8, no. 1 (2023). https://doi.org/10.22515/alahkam.v8i1.5896.
Friedman, Lawrence M. The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation, 1975.
Fuller, Lon L. The Morality of Law. New Haven: Yale University Press, 1964.
Hasbi, M. “Rekonstruksi Penegakan Hukum Jinayah Di Aceh Dalam Perspektif Kepastian Hukum.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 9, no. 3 (2020). https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v9i3.635.
Husna, Cut Asmaul. “Peran Satpol PP Dalam Menjaga Ketertiban Umum Di Aceh Besar.” Jurnal Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala 8, no. 1 (2020).
Ibrahimy, M. Nur El. Wilayatul Hisbah Dan Implementasi Syariat Islam Di Aceh. Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2018.
Indonesia, Pemerintah. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (1945).
———. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (2006).
Juliandika, Adam, and Fazzan. “The Implementation of Islamic Sharia in the Enforcement of Qanun Jinayat in Aceh: A Legal Analysis and Social Impact.” Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam 1, no. 2 (2024). https://doi.org/10.70742/ahlika.v1i2.94.
Junaidi, Rusdi, dan Muhazir. “Revitalisasi Penerapan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat Di Kota Langsa Aceh.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 14, no. 1 (2020). https://doi.org/10.24090/mnh.v14i1.3261.
Mariadi. “Lembaga Wilayatul Hisbah Dalam Tinjauan Undang-Undang Pemerintahan Aceh.” Legalite: Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam 3, no. 1 (2018). https://doi.org/10.32505/legalite.v3iI.1097.
Mertokusumo, Sudikno. Mengenal Hukum: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Liberty, 2007.
Nasution, A. H. “Pelatihan Aparatur Penegak Syariat Islam Di Aceh: Pendekatan HAM Dan Profesionalisme.” Jurnal HAM Dan Masyarakat 13, no. 2 (2021). https://doi.org/10.30641/ham.v13i2.12000.
Nurjanah. “Strategi Komunikasi Dakwah Wilayatul Hisbah Dalam Pencegahan Pelanggaran Qanun Aceh Tentang Jinayat Di Aceh Barat.” Jurnal Ilmu Dakwah 39, no. 2 (2019). https://doi.org/10.21580/jid.v39.2.4401.
Pemerintah Aceh. Peraturan Gubernur Aceh Nomor 139 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh (2016).
———. Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam (2002).
———. Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Aceh (2016).
———. Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat (2014).
Rahardjo, Satjipto. Hukum Dan Perubahan Sosial. Bandung: Alumni, 1983.
Rahman, S. “Legal Culture Dalam Implementasi Syariat Islam Di Aceh: Sebuah Analisis Sosio-Legal.” Jurnal Sosiologi Hukum Islam 5, no. 1 (2020). https://doi.org/10.24252/jshi.v5i1.10230.
Sulaiman, A. R. “Tantangan Harmonisasi Qanun Jinayah Dalam Sistem Hukum Nasional.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 29, no. 1 (2022). https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art1.
Usman, M., and M. Sulaiman. “Koordinasi Antar Lembaga Penegak Hukum Dalam Pelaksanaan Syariat Islam Di Aceh.” Kanun: Jurnal Ilmu Hukum 21, no. 2 (2019). https://doi.org/10.24815/kanun.v21i2.14088.
Walidain, Maura Pemelie, and Laras Astuti. “Implementasi Qanun Jinayat Dalam Penegakan Hukum Pidana Di Aceh.” Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC) 2, no. 3 (2021). https://doi.org/10.18196/ijclc.v2i3.13790.
Yusri, F. “Model Kelembagaan Penegakan Syariat Islam Di Aceh Dalam Perspektif Tata Kelola Pemerintahan Daerah.” Jurnal Transformasi Administrasi 11, no. 2 (2021). https://doi.org/10.33830/jta.v11i2.2337.
Zulfikar, T. “Analisis Koordinasi Wilayatul Hisbah Dan Satpol PP Dalam Penegakan Syariat Islam Di Banda Aceh.” Jurnal Hukum Samudra Keadilan 15, no. 1 (2020). https://doi.org/10.33059/jhsk.v15i1.2380.
Copyright (c) 2025 Adzanah Mariska Salsabila, Dewi Sinta Amalia, Davina Amelia, Deden Najmudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)




