Karakteristik dan Fungsi Isteri: Perspektif Al-Qur’an
Suatu Kajian Tafsir Tematik
Abstract
Istri adalah salah satu bagian penting dalam membina keluarga harmonis. Dari keluarga yang
harmonis tercipta masyarakat yang harmonis. Sejahtera dan tidaknya suatu bangsa merupakan
cerminan dari keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut.Penelitian ini
merupakan riset kepustakaan yang mengkaji tentang istri dan karakternya perspektif al-Qur’an.
Al-Qur’an menjadi sumber utama dan beberapa tafsir yang representatif. Pendekatannya
menggunakan ilmu tafsir dengan memakai metode tematik. Hasilnya menunjukkan: pertama, 1)
Term dengan makna istri ada tiga: imraah, al-nisa>’ dan zawj. Term imraah disebut 20 kali dalam
12 surat, term al-Nisa>’ 15 kali dalam 5 surat, term al-zawj dengan bentuk mufrad 13 kali pada 8
surat, berbentuk jama’ 38 kali pada 20 surat. 2) Imraah untuk istri yang musyrik atau istri orang
musyrik, atau untuk sifat melekat pada perempuan. Kata al-Nisa<’ lebih membahas hukum-hukum
syari’ah yang berkaitan dengan pernikahan. Kedua, macamnya istri ada tiga: istri dunia, istri
dunia akhirat dan istri akhirat. Karakteristik istri yang dianjurkan al-Qur’an adalah karakteristik
s}a>lih}ah, yang dilarang al-Qur’an adalah karakteristik ghair al-s}a>lih}ah. Ketiga, fungsi istri:1)
penjaga rahasia suami, pelindung suami dan hartanya, membanggakan dan memotivasi suami. 2)
menciptakan ketentraman dan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, 3) membantu suami
untuk mengajar dan mendidik anak-anaknya. 4), melestarikan keturunan.





1.png)



