Analisis Fobia Nasi Pada Anak Usia Dini: Studi Kasus Pada Siswa RA Brawijaya Pacet
Identifikasi faktor pemicu dan upaya mengatasi fobia nasi di lingkungan sekolah
Abstract
Fobia nasi atau ryziphobia merupakan ketakutan berlebihan, tidak rasional, dan menetap terhadap nasi, baik berupa nasi matang, nasi mentah, maupun saat melihat, menyentuh, atau mencium aromanya. Nasi merupakan makanan pokok dan sumber karbohidrat utama bagi masyarakat Indonesia yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik, faktor pemicu, serta dampak fobia nasi terhadap fungsi kehidupan sehari-hari anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa berinisial AW berusia 5,6 tahun di RA Brawijaya Pacet, Kabupaten Mojokerto. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memenuhi kriteria fobia spesifik tipe lainnya. Fobia nasi terbentuk dari kombinasi pengalaman tidak menyenangkan saat makan, pola pemberian makan yang kurang tepat, serta mekanisme penghindaran yang diperkuat dari waktu ke waktu. Dampak fobia terlihat pada aspek nutrisi, psikologis-sosial emosional, maupun proses belajar anak. Diperlukan pendampingan bertahap dan kolaborasi yang konsisten antara keluarga dan sekolah untuk membantu anak mengatasi kondisi ini secara bertahap.
References
Anggraini, I. R. (2014). Perilaku makan orang tua dengan kejadian picky eater pada anak usia toddler. NurseLine Journal, 5(2), 154–162.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Barlow, D. H. (2002). Anxiety and its disorders: The nature and treatment of anxiety and panic (2nd ed.). New York: Guilford Press.
Bredekamp, S., & Copple, C. (1997). Developmentally appropriate practice in early childhood programs. Washington, DC: National Association for the Education of Young Children.
Brewer, J. (2007). Introduction to early childhood education. Belmont, CA: Thomson Delmar Learning.
Damyati, J. (2013). Metodologi penelitian pendidikan dan aplikasinya pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Halodoc. (2019). Takut makan nasi, kenalan dengan ryziphobia. Diakses dari https://www.halodoc.com
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman gizi seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Muryani, S., Zahro, A. F., & Wibowo, N. Y. (2024). Praktik pemberian makan dan perilaku picky eater pada anak usia prasekolah. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 10(1), 149–160.
Pavlov, I. P. (1927). Conditioned reflexes: An investigation of the physiological activity of the cerebral cortex. London: Oxford University Press.
Ramadhan, M. I. (2022, 1 November). Mengenal ryziphobia, rasa takut berlebih terhadap nasi. Diakses dari https://www.klikdokter.com
Sa'adah, F. (2025). Hubungan perilaku picky eater dengan status gizi pada anak usia dini. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 7(1), 131–142.
Saidah, K. (2017). Perkembangan fisik dan sosio-emosi pada siswa dengan gejala fobia spesifik: Studi kasus pada siswa dengan gejala fobia nasi. Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam, 14(2), 66–72.
Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. New York: Macmillan.
Sudaryono. (2017). Metodologi penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Utami, A. D., & Wati, R. (2020). Konsumsi beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Jurnal Pangan dan Gizi, 10(2), 45–52.
Winarno, F. G. (2008). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Copyright (c) 2026 Maulidatul Lathifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


